Negara Diharapkan Membina Ormas “Bandel”

M Nasir Jamil.

ANGGOTA Komisi III DPR RI M Nasir Jamil mengatakan, sebaiknya negara memberikan pembinaan kepada Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) dan bukannya menjatuhkan hukuman. “Negara punya fungsi membina sebagaimana dalam undang-undang 17 tahun 2013. Kalau ada ormas yang bandel, anak kita juga kan ada yang bandel. Itulah tugas-tugas kepala-kepala dinas. Jangan duduk saja, ada pendekatan-pendekatan humanislah,” kata Nasir di Jakarta, Selasa, (18/7).

Keinginan pemerintah memberikan sanksi terhadap Ormas yang dinilai “bandel”, lanjut Nasir, dikhawatirkan justeru menimbulkan kegaduhan baru. “Jangan sampai ada pihak yang menilai kita sedang mengalami halusinasi,”lanjut Nasir.

Dalam kesempatan itu Nasir menegaskan bahwa saat ini tidak kekosongan hukum terkait perbuatan Ormas yang tidak sesuai dengan ideologi bangsa. “Saya masih konsisten bahwa saya tidak setuju dengan perppu tersebut. Karena tidak ada kekosongan hukum, tidak ada kegentingan yang mendesak dan sebagainya. Semuanya itu ada di dalam kuhp hukumannya ini. Jadi tidak ada kekosongan hukum,” tegas Nasir.

“Sebenarnya undang-undang no 17 tahun 2013 itu ingin selaraskan Indonesia sebagai negara hukum yang demokratis. Jangan sampai ini diaduk adukan. Ini harus seiring. Bgt juga dlam atur bina o rmas. Uu 17/2013 ingin atur keseimbangan hukum dan demokrastis. Uu 17/2013 masih kontekstual dgn kekinian. Apakah pemerintah sudah lakukan isi dari uu 17/2013 itu?”

Sementara itu Politisi Hanura sebagai pendukung, Dadang Rusdiana mengatakan bahwa penerbitan Perppu adalah hak dari pemerintah. Bahkan, Dadang juga mengatakan bahwa pemerintah berhak mengartikan situasi yang genting sehingga dirasakannya perlu terbit sebuah perppu. “Pemerintah berhak menafsirkan situasi kegentingan secara subjektif. Ini persoalan kewenangan lembaga masing-masing,” kata Dadang.

Bahkan dalam kesempatan yang sama Dadang juga mengakui adanya kegentingan seperti yang disampaikan pemerintah saat mengumumkan terbitnya perppu tersebut. “Kita melihat memang ada kondisi yang sangat memprihatinkan. Kalau kita jujur ada organisasi yang coba-coba merongrong NKRI. Marilah kita lihat keadaan ini dari sisi pandang yang objektif,” ujar Dadang.   {007}.

Comments

comments