Pendidikan Karakter Sebaiknya Sejak SD

Saleh Partaonan Daulay.

ANGGOTA DPR RI, Saleh Partaonan Daulay mengatakan bahwa pendidikan karakter bagi generasi penerus sebaiknya dilaksanakan pada jenjang pendidikan Sekolah Dasar (SD).

“Pendidikan karakter itu lebih efektif dilakukan sejak dari kecil. Kalau sudah masuk SMA itu anak-anak sudah mencari jati dirinya sendiri,” kata Saleh di DPR RI, Kamis, (7/9). Hal tersebut dikatakan Saleh menyikapi keluarnya Perpres nomor 87 tahun 2017 tentang Pendidikan Karakter beberapa waktu lalu.

Menurut Saleh, selain pendidikan karakter, generasi penerus bangsa ini juga harus dipahamkan tentang nilai-nilai daya saing. Sebab, jangankan waktu-waktu yang akan datang, untuk saat ini saja persaiangan dunia kerja di republik ini sudah sangat ketat lantaran harus berhadap-hadapan dengan bangsa asing. “Ciptakan anak didik yang siap berkompetisi, bukan hanya antar desa, tapi antar bangsa. Supaya anak didik lebih berkuailitas,” lanjut Saleh.

Sayangnya, sambung Saleh, keluarnya perpres tersebut tidak diikuti dengan revisi kurikulum yang sedang berjalan saat ini. “Tantangan perpres ini, yang harus bisa diimplementasikan sehari-hari terutama pada dunia pendidikan. Kurikulumnya tidak diganti, masih pakai kurikulum 2013,” sambung Saleh.

Anggota DPR RI, Syaikul Islam mengatakan bahwa keluarnya perpres tersebut menjadi solusi terhadap perbedebatan yang terjadi di masyarakat pasca keluarnya Peraturan Menteri beberapa waktu lalu tentang jumlah hari sekolah. “Perpre ini menjadi menjawab itu semua,” kata Syaikul Islam.

Menurut Syaikul, sudah tidak zamannya lagi negara mengatur waktu operasional sekolah. Menurut Syaikul, sekolah adalah pihak yang paling tahu kebutuhan para peserta didik.  “Mana ada lagi jam sekolah sampai diatur oleh negra. Kok tiba-tiba ada permen seperti ini, itu suatu langkah mundur. Sekolah lebih tau yang dibutuhkan oleh anak didiknya,” ujar Syaikul.   {007}.

Comments

comments