Pimpinan DPR RI: Terkesan Ada Pembiaran di Myanmar Terkait Rohingya

Taufik Kurniawan (jas hitam).

PIMPINAN DPR RI, Taufik Kurniawan mengatakan bahwa pihaknya menduga ada pemibaran tindak kekerasan terhadap etnis Rohingya di Myanmar oleh pemerintah setempat. “Terkesan ada pembiaran dari pemerintah Myanmar,” kata Taufik Kurniawan di DPR RI, Senin, (4/9).

Dan, lanjut Taufik, kondisi seperti itu tidak boleh dibiarkan apalagi berkelanjutan kedepannya. “Ini tidak boleh terjadi,” lanjut Taufik.

Untuk itu, Taufik menegaskan pihaknya siang ini akan menindaklanjuti rekomendasi yang dikeluarkan saat sidang paripurna beberapa waktu lalu terkait kekerasan yang dialami oleh warga muslim etnis Rohingya itu.

“Siang hari ini kita akan menindaklanjuti instruksi kawan-kawan dari fraksi-fraksi saat paripurna terkait etnis Rohingya ini, Sehingga tidak berlarut dan berulang,” tegas Taufik.

Termasuk, sambung Taufik, kemungkinan mengusulkan agar dicabutnya Nobel Perdamaian bagi Aung San Suu Kyi. “Termasuk kemungkinan kita mengusulkan pencabutan nobel perdamaian bagi San Suu Kyi,” sambung Taufik.

Dalam kesempatan itu yang terjadi di Myanmar saat ini merupakan persoalan sensitif, apalagi bagi republik ini. Sebab, hingga saat ini, penduduk Indonesia masih beragama Islam. “Sehingga ini masalah yang sangat sensitif,” ujar Taufik.   {007}.

Comments

comments