Tidak Ada Etnis Rohingya Duduki Posisi Strategis di Myanmar

Peta Myanmar.

POLITISI PDIP, Eva Kusuma Sundari mengatakan bahwa tidak ada etnis Rohingya yang dapat menduduki posisi-posisi strategis di Myanmar. Kondisi tersebut menimbulkan tanda-tanya besar. “Tidak ada etnis Rohingya yang menduduki posisi strategis di Myanmar,” kata Eva di DPR RI, Senin, (11/9).

Tragedi yang dialami oleh etnis Rohingya dan muncul ke permukaan belakangan inididuga sebagai cara untuk menghapuskan suatu kelompok manusia di Myanmar. “Tampaknya ini strategi bumi hangus ini ada problem naturalisasi di sana,” lanjut Eva. “Yang aneh lagi, mau mengambil tikus kok yang dibakar rumahnya,” sambung Eva.

Yang menjadi perbicangan dunia belakangan di terkait Rohingya, kata Eva lagi, bukanlah sesuatu yang muncul begitu saja. Menurut Eva, kejadian tersebut sudah terindikasi sejak tahun 1978. “Prakonsisinya sudah sejak tahun 78,” kata Eva lagi.

Bahkan, Eva menduga Aung San Suu Kyi terkesan berpihak pada kebijakan militer negara tersebut. “Aung San Suu Kyi mendukung kebijakan militer yang disana,” ujarnya.

Politisi PKS, Mahfudz Siddiq mengatakan bahwa Aung San Suu Kyi tidak mempunyai kewenangan yang mutlak di negara wilayah Rakhine. Tentunya kondisi itu tidak memungkinkan bagi Suu Kyi untuk menerapkan nilai-nilai demokrasi yang telah menjulangkan namanya.

“Aung San Suu Kyi tidak punya kontrol yang penuh di Rakhine state. Itu menunjukkan fakta tambahan, mulai terbawa main politik, kekuatan militer dan kekuatan politik lokal,” kata Mahfudz.   {007}.

Comments

comments