Herman: Penurunan Daya Beli Bukan Isu Politik

E Herman Khaeron (kiri, pegang mic).

WAKIL Ketua Komisi VII DPR RI, E Herman Khaeron menegaskan bahwa perbincangan publik tentang penurunan daya beli rakyat bukanlah sesuatu yang bermakna politik. “Bukan persoalan politik atau wacana,” kata Herman di DPR RI, Kamis, (5/10).

Penurunan daya beli itu sendiri, lanjut Herman, memang benar-benar terjadi. Bahkan, penurunan daya beli tersebut sudah berdampak pada penutupan sejumlah gerai-gerai unit usaha tertentu. “Ini indikator penurunan daya beli masyarakat memang ada yang dicirikan beberapa aspek. Penurunan ini berlanjut, kita tahu bahwa ada beberapa gerai yang juga tutup,” lanjut Herman.

Apalagi, sambung Herman, data penurunan daya beli tersebut disampaikan oleh institusi milik republik tercinta ini. Sehingga, jika ada bantahan yang disampaikan oleh pimpinan negara, seharusnya institusi tadi harus memberi penjelasan juga.

“Tentu kalaupun ada bantahan semestinya bps memberi penjelasan pula,” sambung Herman.

Kata Herman, saat ini rakyat memang sedang mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan dasar hidupnya sehari-hari. “Masyarakat kita jangakan  untuk membeli kebutuhan papan, untuk pangan atau sandang saja agak sulit. Rakyat sedang susah jangan ditutupi engan  sesuatu yag enjadikan lebih susah,” kata Herman.

Kondisi seperti saat ini haruslah menjadi perhatian serius semua pihak, khususnya pemerintah. Agar rakyat tidak mengalami kondisi yang lebih buruk kedepannya. “Ini lampu kuning yang harus kita jawab betul. Infrastruktur penting, tapi pemenuhan hak-hak dasar masyarakat juga penting. Reorientasikan pembangunan kepada hal-hal yang mendasar dulu,” tegas Herman.   {007}.

Comments

comments