Kesenjangan Ekonomi dapat Munculkan Separatisme

Rully Chairul Azwar.

KETUA Lembaga Pengkajian MPR RI, Rully Chairul Azwar mengatakan bahwa kesenjangan ekonomi yang masih terjadi hingga saat ini dikhawatirkan menjadi benih-benih munculnya gerakan separatis di republik tercinta. “Kesenjangan ekonomi antar daerah sangat mudah memunculkan separatisme,” kata Rully saat pembukaan Simposium yang bertema Pemantapan Pelaksanaan Otonomi Daerah : Mewujudkan Kewajiban Konstitusi DPD RI di MPR RI, Rabu, (4/10).

Agar separatisme tidak muncul di republik ini, Rully berharap agar pembangunan yang diharapkan mampu meningkatkan perekonomian warga masyarakat dapat dilakukan secara merata hingga seluruh pelosok negeri tercinta.

Pemerataan pembangunan hingga pelosok tanah air itu, menurut Rully, seharusnya dapat dijembatani oleh Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI). Sebab, DPD RI merupakan lembaga negara yang secara konstitusi memiliki peran sebagai penyambung hati rakyat di daerah-daerah. “Ternyata masih belum efektif posisi tawar daerah untuk tingkat nasional. Seharusnya ini diemban oleh DPD RI,” lanjut Rully

Jika DPD RI berperan lebih maksimal dan efektif, Rully yakin rakyat bangsa ini akan lebih cepat merasakan nikmatnya hasil pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah pusat, sekalipun mereka berada jauh di pelosok-pelosok negeri. “Sehingga diharapkan DPD RI dapat melaksanakan kewajian konstitusinya, sehingga kesejahteraan masyarakat di tanah air dapat lebih cepat terwujud,” jelas Rully.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua DPD RI, Oesman Sapta Odang (OSO) sendiri mengakui bahwa pihaknya belum maksimal dalam menjalankan tugas konstitusi. “Menurut saya, justeru banyak aspek yang belum dilaksakan DPD untuk memperjuangkan kepentingan daerah. Konstitusi justeru memberikan ruang kebebasan kepada DPD RI untuk berkarya. Langkah tersebut ternyata disambut Lembaga Pengkajian sebagai kado untuk DPD RI dalam ultahnya ke 13,” kata OSO.   {007}.

Comments

comments