Penyederhanaan Daya Litrik Dipertanyakan

Eni Maulani Saragih (Jilbab Hitam), Kurtubi (Kemeja Biru).

POLITISI Partai Golkar dari Komisi VII DPR RI, Eni Maulani Saragih tegas-tegas mempertanyakan program penyederhanaan daya listrik yang dilakukan pemerintahan Joko Widodo – Jusuf Kalla. “Pemerintah memberi alokasi daya yang luar biasa kepada masyarakat, kalau saya bertanya-tanya, ada apa?” tanya Eny dalam sebuah diskusi di DPR RI, Kamis, (16/11).

Menurut Eny, yang dibutuhkan rakyat republik ini sekarang adalah biaya hidup murah, termasuk harga listrik. “Hari ini rakyat tidak hanya butuhkan daya lebih. Mereka lebih membutuhkan listrik murah. Kenapa tiba-tiba penyederhanaan alokasi daya? Kalau surplus kenapa rakyat yang harus dipaksa lebih konsumtif?” tanya Eni lagi.

Penambahan daya listrik masyarakat, menurut Eny, akan jauh bermanfaat jika kemampuan membeli mereka sudah jauh lebih baik. “Kalau mereka punya daya beli enggak masalah. Hari ini daya beli yang tidak ada,” ujar Eni.

Apalagi, menurut Eni hingga saat ini masih ribuan desa di republik ini yang belum dialiri arus listrik. “Sedangkan masih 2500 desa yang tidak ada daya listrik. Masih ada desa yang gelap gulita,” tegas Eni.

Anggota Komisi VII Fraksi Nasdem, Kurtubi mengatakan bahwa pihaknya mendukung program yang diluncurkan tersebut. “Kami Nasdem amat sangat mendukung penambahan kapasitas listrik,” kata Kurtubi.

“Sekarang non subsidi ini ditambah kapasitas dayanya, tarif tidak berubah dan tidak ada biaya yang dibebankan kepada pelanggan. Ini memberi peluang UMKM yang selama ini kegiatan produksi menggunakan listrik rumah tangga,” jelas Kurtubi.   {007}.

Comments

comments