Sipol Kejutkan Panggung Politik Indonesia

Arwani Thomafi (pegang mic), Wahyu Setiawan (kemeja batik).

ANGGOTA Komisi II DPR RI, Muhammad Arwani Thomafi mengatakan bahwa kehadiran Sistem Informasi Partai Politik (Sipol) yang baru-baru saja muncul benar-benar membuat mayoritas Partai Politik (Parpol) di republik ini terkejut. “Kita tahu bersama pemilu 2019 ini dikejutkan oleh mekanisme sipol,” kata Arwani di DPR RI, Kamis, (2/11).

Sebab, lanjut Arwani, melalui Sipol tersebut Komisi Pemilihan Umum (KPU) wajib melakukan verifikasi administrasi terhadap seluruh parpol tanpa kecuali. “Yang terkejut tidak hanya partai baru juga yang sudah eksis selama ini. Karena bayangnya tidak serumit itu,” lanjut Arwani.

Meski tidak sedikit komentar yang muncul pasca hadirnya Sipol itu, Arwani mengakui bahwa kehadiran sistem tersebut bertujuan positif. “Ketika dibuat Sipol oleh KPU banyak juga ada komentar-komentar. Ini bagian dari keinginan penyelenggara untuk meningkatkan kualitas terutama prosedur administratif. Agar tertib penyelenggaraan pemilu itu pemenuhan mekanisme teknis ini,” ujar Arwani.

Meski demikian, Arwani berharap verifikasi yang dilakukan tersebut tidak justeru menimbulkan persoalan baru. “Tapi juga jangan sampai menghambat, menutupi kepentingan-kepentingan yang lebih substantif dari penyelenggaraan pemilu itu sendiri. Jadi tidak hanya melulu persoalan prosedur semata, ada yang lebih bersifat substantif,” jelas Arwani.

Komisioner KPU, Wahyu Setiawan mengatakan bahwa setiap Parpol harus dilakukan verifikasi. “Semua partai harus diverifikasi jangan ada diskriminasi,” kata Wahyu.

“KPU semata-semata melaksanakan ketentuan undang-undang. Dari 27 yang mendaftar ada 13 Parpol yang dokumennya tidak lengkap. Hasilnya lengkap atau tidak lengkap. Dari 13 itu ada 2 Parpol yang pernah lolos verifikasi 2014, PKPI dan PBB,” sambung Wahyu.   {007}.

Comments

comments