MPR Khawatir Kesenjangan Akibatkan Rakyat Ambil Jalan Sendiri-Sendiri

Zulkifli Hasan.

KETUA MPR RI, Zulkifli Hasan mengkhawatirkan ada sebagian rakyat republik ini yang mengambil jalan sendiri lantaran berbagai kesenjangan. “Yang kita khawatirkan masyarakat mengambil jalannya sendiri-sendiri. Karena kecewa publik, saya khawatir masyarakat mengambil jalan sendiri,” kata Zulkifli Hasan di kantornya, Rabu, (13/12).

Kesenjangan yang terjadi di republik ini, lanjut Zulkifli Hasan, telah terjadi pada banyak sendi-sendi kehidupan masyarakat. Dari pengalamannya menampung aspirasi masyarakat, dihimpunya data bahwa pembangunan di luar Pulau Jawa tidak seperti yang diharapkan.

“Kesenjangan juga terjadi antara pusat dan daerah, barat dan timur, Jawa luar Jawa. Lama-lama bukan tambah dekat tapi tambah jauh. Katanya kita NKRI kenapa beda jauh? Kalau kita bahas NKRI, itu pak, jangan dibawa ke pilkada. Dukung ini NKRI kalau tidak dukung tidak NKRI. Inilah yang kita harap dirumuskan, agar enggak salah paham, Pancasila diterjemahkan masing-masing. Pancasila bukan pemecah tapi alat yang mempersatukan kita,” lanjut Zulkifli Hasan.

Salah satu contoh kesenjangan yang dikatakan Zulkifli Hasan adalah terkait pengelolaan lahan milik bangsa ini. “Faktanya kesenjangan dari berbagai sumber, lahan saja, saya ke Kalimantan kumpulkan 2000 ribu orang, sawit yang jutaan hektak itu punya siapa? Sumbar juga enggak ada, padahal ada jutaan juga. 1 persen orang menguasai hampir 74 persen tanah, kalau begitu dimana sumber daya alam yang dikuasai negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan masyakarat. Kalau bicara Pancasila kita harus bahas ini. Kesenjangannya luar biasa. Ini ancaman nyata bagi persatuan kita,” ujar Zulkifli Hasan.

“Sumber daya alam kita sudah habis dalam bentuk konsesi. Indonesia itu sudah habis. Yang ada cuma taman nasional dan hutan lindung, itu pun sudah rusak. Yang lainnya sudah habis dalam bentuk konsesi, baik konsesi pertambangan, perkebunan dan lain-lain. Padalah pembukaan UUD 45 mengatakan mencerdaskan, memakmurkan kewajiban negara. Ini  kalau kita mau bahas Pancasila,” tegas Zulkifli Hasan.   {007}.

Comments

comments