Legislator Senayan Ini Minta Pemerintah Hentikan Umbar Berita Bahagia

Sartono.

SEORANG Legislator Senayan bernama, Sartono meminta pemerintah untuk menghentikan memberi berita-berita bahagia namun tidak berdasar kepada masyarakat. “Rakyat jangan terus dibodohi, pemerintah jangan mengumbar berita bahagia ditengah penderitaan rakyat,” kata Sartono dalam keterangan elektroniknya, Senin, (15/1).

Dalam kesempatan itu Sartono justeru meminta semua pihak mengingat kembali janji-janji yang pernah diucapkan Presiden RI, Joko Widodo saat berkampanye untuk menarik simpati publik bangsa ini. “Mari sejenak membuka lembaran janji kampaye dengan JKW-JK, semoga rakyat terbangun dari mimpi,” lanjut Sartono.

Salah satu contoh yang menurut Sartono merupakan bukti kongkrit bentuk penderitaan rakyat republik ini adalah harga beras. Beras yang merupakan kebutuhan pokok bangsa ini telah melambung hingga berakibat pada jeritan rakyat.

“Beberapa daerah surpulus padi, 2017 swasembada padi dengan angka produksi 81,3 juta ton nilai surplus menurut kementan 17,4 juta ton. Tiba-tiba mau impor beras, apa yang sebenarnya terjadi? Kemana perginya surpulus beras itu? kenapa harga tetap tinggi?” tanya Sartono.

Sartono yang merupakan salah seorang wakil rakyat dari Jawa Timur itu menghimbau agar pemerintah segera menghentikan tindakan-tindakan yang menyusahkan kehidupan rakyat. “Sudah cukuplah kesusahan mereka dengan pencabutan aneka macam subsidi jangan ditambah lagi penderitaan mereka, karena stabilitas harga komoditas pertanian yang baik sudah sangat membantu para petani kita,” himbau Sartono.

“Tahun 2017 kita swasembada 4 komoditas pertanian. Beras, cabai, jagung dan bawang. Tetapi yang bikin kaget awal 2018 pemerintah akan melakukan impor 500 ribu ton beras. Pencabutan subsidi di berbagai sektor menjadi urat nadi kehidupan rakyat. Alih-alih kesejahteraan, beban yang ditanggung rakyat kian hari makin berat,” sambung Sartono.   {007}.

Comments

comments