Sartono: Mengapa Proyek Infrastruktur Ratusan Trilun Rupiah, Pengangguran Justru Meningkat?

Sartono.

WAKIL Rakyat Daerah Pemilihan Jawa Timur VII, Sartono mengaku heran dengan tingginya angka pengangguran di republik ini sekarang. Padahal, ratusan triliun APBN telah digunakan untuk membangun proyek-proyek infrastruktur.

“Investasi infrastruktur yang ratusan triliun itu tidak berbanding lurus dengan penyediaan lapangan pekerjaan bagi rakyat bangsa ini,” kata Sartono di ruang rapat komisi VI DPR RI, Selasa, (23/1).

Pengangguran yang terus bertambah, lanjut Sartono telah berdampak pula pada menurunnya daya beli masyarakat. Dia juga mengatakan bahwa penurunan daya beli rakyat, salah satu dampaknya adalah penutupan sejumlah gerai perbelanjaan.

“Karena pengangguran meningkat, daya beli jadinya melemah. Salah satu dampak yang bisa kita lihat bersama adalah tutupnya beberapa gerai-gerai perbelanjaan, belum lagi lesunya transaksi pada pedagang kecil,” lanjut Sartono.

Pertumbuhan ekonomi yang pernah dijanjikan Presiden Jokowi saat kampanye 2014 lalu, sambung Sartono, semakin jauh dari kenyataan. Padahal salah satu penyebab terpilihnya Jokowi saat itu adalah janji kampaye itu sendiri.

“Jokowi terpilih jarena janji kampanye, bahkan dalam janjinya akan tingkatkan pertumbuhan ekonomi 7 sampai 8 persen. Kalau hal itu tidak tercapai, hanya 5 persen, kemiskinan meningkat, daya beli melemah, pengangguran meningkat,” sambung Sartono.

“Proyek infrastruktur itu sebenarnya pekerjaan manusia atau robot? Seharusnya proyek infrastruktur itu meningkatkan lapangan pekerjaan bagi rakyat bangsa ini! Janjinya akan menyediakan 10 juta lapangan pekerjaan. Dengan kondisi seperti ini, saya merekomendasikan dibangun saja jalan-jalan desa, jalan-jalan kecamatan maupun kabupaten. Karena jalan-jalan penghubung itulah yang akan memudahkan terdistribusinya hasil-hasil panen para petani. Tentunya dengan semakin  mudah terjualnya hasil panen petani akan meningkatkan kesejahteraan rakyat dan seluruh warga republik ini,” tegas Sartono.   {007}

Comments

comments