Menteri LHK Berterimakasih atas Dukungan Ketua DPR RI

Siti Nurbaya Bakar.

MENTERI Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya Bakar mengaku bersyukur dan berterimakasih atas dukungan Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet) terhadap para pembakar hutan/lahan. Bahkan menurut Siti, pihaknya juga sedang melakukan langkah tegas bersama Polri. “Terimakasih dukungan dan memang itu yang sedang kita lakukan  baik secara bersama-sama dengan Polri juga yang dilakukan oleh PPNS KLHK,” kata Siti Nurbaya dalam pesan elektronik yang diterima Reportase Republik, Kamis, (22/2) petang.

Menurut Siti, langkah tegas terhadap pembakar hutan/lahan yang ditempuh pihaknya ada beberapa jenis sanksi. “Di KLHK sendiri dikenakannya sanksi administratif, perdata dan pidana,” lanjut Siti Nurbaya.

Bahkan, Siti Nurbaya juga mengatakan bahwa sejak tahun 2015 sudah ada beberapa perusahaan yang dicabut izinnya, serta dikenakan sanksi lainnya. “Sejak 2015 sudah 3 dicabut ijin usaha dan sudah dibekukan tidak  kurang  dari 40 perusahaan serta  sanksi paksaan hampir 80 an dan sedang terus dalam kengawasan lagi 115 perusahaan,” sambung Siti Nurbaya.

“Yang sudah masuk pengadilan dan  sudah inckracht lk 4  dan sudah berproses P 21  tidak kurang dari 60an kasus dan sedang dalam proses peradilan 2 kasus … jadi sebetulnya terus kita lakukan seperti harapan Ketua DPR,” jelas Siti Nurbaya.

Seperti diberitakan sebelumnya, KETUA DPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet) mendesak bahwa Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melakukan tindakan tegas terhadap seluruh pembakar hutan maupun lahan. Hal tersebut diyakini dapat memberi efek jera bagi para pelaku.

“Meminta Komisi IV DPR mendorong KLHK melalui Polisi Hutan untuk menindak tegas para pelaku pembakaran hutan dan lahan, serta memberikan efek jera,” kata Bamsoet dalam siaran pers yang diterima, Kamis, (22/2).

Agar mendapat informasi dini dan akurat terkait titik api, lanjut Bamsoet, KLHK didesak juga meningkatkan kerjasama dengan lembaga terkait, seperti BMKG. “Meminta Komisi IV DPR mendorong Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk terus memantau dan mengupdate informasi terkait titik api (hot spot) guna memberikan peringatan dan meningkatkan kewaspadaan kepada masyarakat,” lanjut Bamsoet.   {007}.

Comments

comments