Ketua DPR RI: Layangkan Surat Protes Kepada Malaysia

Bambang Soesatyo (kemeja putih).

KETUA DPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet) meminta agar Pemerintah Indonesia segera melayangkan surat protes kepada Malaysia terkait penahanan dua orang prajurit TNI AD oleh Polisi Diraja Malaysia.

“Meminta Tim Pengawas DPR RI tentang Pembangunan Daerah Perbatasan untuk melayangkan surat protes kepada Pemerintah Malaysia yang telah menahan prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) selaku Warga Negara Indonesia (WNI) yang dilindungi Negara Republik Indonesia yang berdaulat dan meminta penjelasan resmi dari Pemerintah Malaysia tentang insiden tersebut,” kata Bamsoet dalam siaran pers yang diterima, Senin, (26/3).

Pemanggilan duta besar Malaysia untuk Indonesia, menurut Bamsoet, juga dipandang perlu. “Meminta Komisi I DPR mendorong Kemenlu untuk memanggil Duta Besar Malaysia di Indonesia serta berkoordinasi dengan Konsulat Jenderal RI dan International Labour Organization (ILO) RI guna melakukan diplomasi untuk menyelesaikan permasalahan tersebut dengan melakukan upaya pembebasan dan pemulangan kedua prajurit TNI AD,” ujar Bamsoet.

Dalam kaitan itu juga, Bamsoet juga meminta jajarannya segera melakukan rapat gabungan dengan pihak terkait. “Meminta dilakukan rapat gabungan Komisi I DPR, Komisi II DPR, dan Komisi III DPR serta Badan Kerja Sama Antar Parlemen (Diplomasi Parlemen/BKSAP) DPR dengan Kementerian Luar Negeri, Duta Besar RI untuk Malaysia, Panglima TNI, Badan Intelijen Negara (BIN), dan Pemerintah Daerah Kalimantan Barat untuk melakukan pencarian fakta atas dugaan keberadaan motor ilegal yang dituduhkan kepada kedua prajurit dimaksud,” lanjut Bamsoet.

Tidak lupa Bamsoet juga mendorong agar Mabes TNI berkoordinasi dengan jajarannya yang ada di negara tetang tersebut untuk mengetahui kronologis peristiwa tersebut. “Meminta Komisi I DPR mendorong Markas Besar (Mabes) TNI  bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) untuk berkoordinasi dengan Perwira penghubung di Malaysia untuk segera melakukan penyelidikan penyebab penahanan kedua prajurit TNI AD tersebut,” ujar Bamsoet.

“Meminta Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR melakukan pembicaraan bilateral secara intensif dengan Parlemen Malaysia guna mencari solusi terhadap upaya pembebasan dan pemulangan kedua prajurit TNI AD tersebut,” kata Bamsoet.   {007}.

Comments

comments