Usut Tuntas Temuan Benih Sayur Ilegal dari Tiongkok

KETUA DPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet) meminta untuk dilakukan pengusutan secara tuntas keberadaan benih sayur ilegal dari Tiongkok. Para pihak yang terbukti terlibat harus juga ditindak tegas.

“Meminta Komisi III DPR, Komisi IV DPR dan Komisi VI DPR mendorong Kementerian Pertanian (Kementan), Kementerian Perdagangan (Kemendag), bersama aparat keamanan untuk segera mengusut tuntas penemuan tersebut dan  menindak tegas pihak yang terlibat serta secara serius melakukan pemeriksaan terhadap benih yang masuk secara ilegal agar kejadian tersebut tidak berulang,” kata Bamsoet dalam siaran pers yang diterima Kamis, (29/3).

Hal tersebut dikatakan Bamsoet terkait dengan ditemukannya benih sayuran ilegal dari Tiongkok di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali (21/03), di mana benih sayuran tersebut tidak memiliki Surat Izin  Pemasukan (SIP) Kementerian Pertanian serta Phytosanitary Certificate dari Tiongkok dan berpotensi mengandung virus maupun bakteri yang berbahaya bagi tanaman pertanian.

Dalam konteks masuknya benih sayur ilegal tersebut, Bamsoet berharap adanya peningkatan pengawasan yang kewenangannya ada pada Badan Karantina Pertania. “Meminta Komisi IV DPR mendorong Kementan (Badan Karantina Pertanian) untuk lebih meningkatkan pengawasan terhadap izin pemasukan dan pengeluaran benih, mengingat hal tersebut sudah diatur dalam Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 15/PERMENTAN/HR.060/5/2017 tentang Pemasukan dan Pengeluaran Benih Hortikultura, sehingga benih yang berpotensi membawa organisme pengganggu tumbuhan dapat dihindari,” lanjut Bamsoet.

Ternyata Bamsoet juga berharap Badan Intelijen Negara (BIN) mengkaji berbagai jenis produk yang masuk ke republik ini sebagai bagian dari dugaan proxy war. “Meminta Komisi I DPR untuk mendorong Badan Intelijen Negara (BIN) melakukan kajian terkait kasus narkotika, makanan kaleng, benih cabai, bawang putih, beras plastik, serta benih sayuran ilegal dari Tiongkok tersebut merupakan bagian dari dugaan proxy war,” harap Bamsoet.

“Meminta Komisi VI DPR mendorong Kemendag untuk memperketat regulasi terkait impor benih sayuran, mengingat sebagian benih yang masuk ke Indonesia berpotensi menularkan hama dan penyakit tumbuhan. Meminta Komisi VI DPR mendorong Kemendag untuk meningkatkan pengawasan terhadap segala jenis produk yang diimpor ke Indonesia, khususnya produk dari Tiongkok,” tegas Bamsoet.   {007}.

Comments

comments