Kendala UNBK Jadi Perhatian Ketua DPR RI

Bambang Soesatyo.

TERNYATA, Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet) cukup memperhatikan persoalan yang dialami peserta didik dalam mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) pada beberapa wilayah di republik ini. salah satu persoalan yang terjadi adalah kurangnya daya listrik sehingga mengganggu jaringan internet pada pelaksanaan UNBK tersebut.

“Meminta Komisi VII DPR mendorong Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan PT PLN untuk memastikan ketersediaan listrik di sekolah-sekolah selama pelaksanaan UNBK, terutama di daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T),” kata Bamsoet dalam siaran pers yang diterima, Rabu, (4/4).

Agar kedepannya tidak terulang, Bamsoet berharap ada langkah kongkrit dari kementerian atau lembaga negara terkait, seperti Kemendikbud. “Meminta Komisi X DPR mendorong Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk segera menangani secara menyeluruh permasalahan tersebut dengan mendistribusikan sarana dan prasarana yang dapat menunjang pelaksanaan UNBK,” kata Bamsoet lagi.

Tidak hanya itu, Bamsoet juga meminta penyediaan Base Transceiver Station (BTS), khususnya di daerah-daerah pelosok ditingkatkan jumlah dan kualitasnya. Agar peserta UNBK dapat dengan mudah mengakses internet.

“Meminta Komisi I DPR mendorong Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) untuk dapat menyediakan Base Transceiver Station (BTS) Telkomsel untuk dibangun di daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T),” lanjut Bamsoet.

Bamsoet juga menilai sinergitas antara kementerian desa tertinggal dan ESDM dalam rangkat penyediaan tenaga listrik harus lebih ditingkatkan. Agar masyarakat di pelosok tetap bisa menikmati aliran listrik.

“Meminta Komisi X DPR mendorong Kemendikbud bekerja sama dengan Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Kementerian Keuangan, KemenESDM dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, untuk mempercepat penguatan pendidikan di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), seperti ketersediaan guru, infrastruktur, dan sarana prasarana pendidikan lainnya,” tegas Bamsoet.   {007}.

Comments

comments