Pemalsuan KK dan Ijazah Diungkap PMJ

Kombes Pol Prabowo Argo Yuwono (depan, kacamata).

SUBDIT 3 Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya (PMJ) mengungkap pemalsuan Kartu Keluarga dan Ijazah. Kedua jenis dokumen negara tersebut digunakan untuk melengkapi persyaratan menjadi Anggota Polri.

“Ini rilis pengungkapan tentang pemalsuan berupa surat otentik seperti kartu keluarga dan ijazah yang digunakna tersangka untuk mendaftar menjadi calon Polisi,” kata Kepala Bidang Humas PMJ, Kombes Pol Argo Yuwono di kantornya, Kamis, (12/4).

Agar pengungkapan dapat tuntas, lanjut Argo, Resmob PMJ juga telah mengembangkan kasus tersebut. “Ini juga sudah dikembangkan penyidikannya,” lanjut Argo.

Dalam kesempatan itu Argo mengakui bahwa institusinya sedang melaksanakan proses rekrutmen penerimaan Anggota Polri untuk tingkat Bintara. “Saat ini memang sedang pemeriksaan administrasi terkait surat-surat legal. Jadi saat ini pelaksanaan administrasi, dari panitia menemukan adanya kartu keluarga palsu,” ujar Argo.

Dijelaskan Argo bahwa tersangka S, wanita 42 tahun dan RS, pria berusia sama itu, melakukan perbuatannya lantaran seorang calon peserta berinisial VR berdomisili di Bogor. Sedangkan, agar dapat melamar di PMJ, VR harus menyertakan bukti domisili di Jakarta dan telah berjangka waktu 1 tahun sebelum waktu pendaftaran.

“Kartu Keluarga ini di dipalsukan yang bersangkutan karena dia tinggal di Bogor dan di dimutasi ke Jakarta Selatan. Tapi mutasi itu tahun 2018. Sedangkan syaratnya harus satu tahun berdomisili, makanya diganti menjadi tahun 2016,” jelas Argo.

Untuk mengganti tahun domisili tersebut, kata Argo lagi, tersangka mengaku menerima imbalan sebesar Rp 150 ribu. Sayangnya, sanksi penjara maksimal yang bisa diterima tersangka bisa mencapai 6 tahun. “Pasalnya 263 KUHP. Ancamannya 6 tahun,” katanya lagi.

Sedangkan pemalsuan ijazah, sambung Argo, dilakukan tersangka MRF, pria 20 tahun yang merupakan seorang mahasiswa dan sedang cuti. Selain itu ada juga seorang tersangka lain berinisial P tapi masih dalam pengerjaan penyidik.  Argo juga mengatakan bahwa pengungkapan tersebut atas kerjasama pihaknya dengan Dukcapil dan Kementerian Diknas. {007}.

Comments

comments