Polri Didorong Usut Tuntas Eksploitasi Seks Anak Indonesia

Bambang Soesatyo.

KETUA DPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet) mendorong Polri untuk mengusut tuntas dugaan eksploitasi seks pada 40-70 ribu anak-anak Indonesia. “Terkait dengan data UNICEF yang menyebutkan sebanyak 40.000 – 70.000 anak Indonesia menjadi korban eksploitasi seksual, meminta Komisi III DPR mendorong Kepolisian mengusut tuntas serta menindak tegas pihak-pihak yang terlibat dalam eksploitasi seksual anak, sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku,” kata Bamsoet dalam siaran pers yang diterima, Kamis, (26/4).

Rancangan Undang-Undang (RUU) Penghapusan Kekerasan Seksual, lanjut Bamsoet, agar dapat dipercepat prosesnya pada tingkat pemerintah. Jika telah diundangkan, Bamsoet yakin payung hukum tersebut bisa menekan angkat kejahatan seks terhadap anak republik ini. “Meminta Komisi VIII mendorong Pemerintah mempercepat proses pembahasan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual agar dapat meminimalisir kejahatan seksual,” lanjut Bamsoet.

Faktor ekonomi, menurut Bambang, merupakan alasan utama yang biasanya digunakan untuk mengiming-iming anak-anak untuk dijadikan korban kekerasan seks. Untuk itu, Bamsoet mendorong pemerintah segera mengentaskan kemiskinan yang dialami oleh masyarakat Indonesia.

“Meminta Komisi VIII DPR mendorong Pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan, mengingat hal tersebut merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya eksploitasi seksual anak,” sambung Bamsoet.

Faktor pendidikan, kata Bamsoet lagi, juga harus ditingkatkan bagi warga negara republik ini. Dengan pemahaman yang lebih baik, diyakini perlindungan anak terhadap eksploitasi anak akan lebih mudah dikurangi. “Meminta Komisi X DPR mendorong Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk melakukan pendidikan dan pembinaan terhadap anak agar tidak mudah terbujuk oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab,” kata Bamsoet lagi.

“Meminta Komisi I DPR dan Komisi VIII DPR mendorong Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) melakukan pengawasan secara serius dan menutup situs media sosial yang menayangkan konten yang menjurus kepada pornografi guna memberikan perlindungan  terhadap anak,” tegas Bamsoet.   {007}.

Comments

comments