Siti Nurbaya Dukung Pengusutan Tuntas Illegal Loging di Musi Banyuasin

Siti Nurbaya Bakar.

MENTERI Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya Bakar mengatakan bahwa pihaknya mendukung dorongan yang disampaikan Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet) kepada Polri agar mengusut tuntas Illegal Loging di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. “Prinsipnya kita mendukung untuk penangannya,” kata Siti Nurbaya dalam pesan elektroniknya yang diterima Reportase Republik, Rabu, (25/4) malam.

Tidak hanya itu, lanjut Siti Nurbaya, hingga saat ini pihaknya masih berada di lokasi untuk melakukan segala sesuatu yang dinilai penting atas pelanggaran hukum tersebut. “Dan KLHK sedang bekerja juga,” lanjut Siti Nurbaya.

Bahkan, dalam pesannya itu Siti Nurbaya juga mengatakan bahwa masih tersisa puluhan ribu batang hasil illegal loging di lokasi tersebut. “Barang temuan yang dilokasi masih ada lebih dari 10.000 batang. Memang masih ada kayu illegal, kayu-kayu tersebut bisa juga masih ada yang disimpan didasar sungai karena tenggelam, sehingga ada yang menjadi temuan baru,” sambung Siti Nurbaya.

Sebelumnya, Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo mendorong agar Polri mengusut tuntas dugaan terjadinya illegal logging di Kabupaten Musi Banyuasing, Sumatera Selatan. Hal tersebut didasarkan pada temuan Direktorat Polisi Air Polda Sumatera Selatan atas 1.848 log kayu di Sungai Lalan, Desa Mendis, Kecamatan Bayung Lencir. Jika terbukti ada oknum yang terlibat, diharapkan hukum tetap ditegakkan setegas-tegasnya kepadanya.

“Meminta Komisi III DPR mendorong Kepolisian, Komisi Pencegahan dan Pemberantasan Pembalakan Liar (KP3L) untuk mengusut tuntas dengan melakukan penyelidikan dan penyidikan, agar segera diketahui pemilik dari log kayu tersebut, mengingat sudah 4 bulan terakhir, terdapat 5 kasus kayu ilegal ditemukan mengambang di jalur sungai tersebut dan belum juga diketahui siapa pemiliknya, serta menindak tegas oknum yang terbukti melakukan praktik illegal logging sesuai dengan hukum yang berlaku,” kata Bamsoet dalam siaran pers yang diterima, Rabu, (25/4).   {007}.

Comments

comments