Bamsoet Dorong Polri Tingkatkan Peran Antisipasi Soal Keamanan Pilkada 2018

KETUA DPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet) mendorong Polri untuk meningkatkan peran, khususnya intelijen untuk mengantisipasi berbagai persoalan keamanan Pilkada pada tahun 2018 ini.

“Meminta Komisi III DPR mendorong Kepolisian untuk meningkatkan peran satuan intelijen dan satuan pemelihara keamanan dalam mengantisipasi berbagai masalah keamanan Pilkada 2018, serta memperketat penjagaan di wilayah rawan konflik dengan menambah jumlah personel di setiap titiknya, guna menjaga kondusivitas pelaksanaan Pilkada 2018,” kata Bamsoet dalam siaran pers yang diterima, Senin, (7/5).

Hal tersebut dikatakan Bamsoet menyikapi informasi yang dikeluarkan salah satu institusi keamanan di wilayah Tanggerang. Dalam kesempatan itu Bamsoet juga meminta Badan Pengawas Pemilu bersikap serius dalam menyikapi hal tersebut.

“Terkait hasil identifikasi Kepolisian Resort Metro Tangerang Kota yang menyebutkan bahwa terdapat 19 titik rawan konflik Tempat Pemungutan Suara (TPS) tersebar di setiap Kecamatan dalam pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Tangerang, meminta Komisi II DPR mendorong Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) untuk lebih serius dalam melakukan pengawasannya, terutama di wilayah yang rentan terhadap konflik,” kata Bamsoet lagi.

Tidak hanya itu, Bamsoet juga meminta Bawaslu melibatkan elemen masyarakat untuk menggali berbagai informasi yang dinilai penting dalam upaya antisipatif. Sehingga, konflik yang dikhawatirkan tidak terjadi.

“Meminta Komisi II DPR mendorong Bawaslu melakukan penelitian khusus bersama dengan kelompok masyarakat di wilayah rawan konflik, untuk memetakan daerah yang rawan politik identitas dan yang memiliki kriminalitas tinggi, guna mengetahui permasalahan dan mencari solusinya,” pinta Bamsoet.

Masyarakat diminta menggunakan akal sehat dan menggunakan hak pilih dalam menyikapi pesta demokrasi yang digelar serentak tahun ini. “Mengimbau masyarakat untuk secara cerdas dan bijaksana dalam menggunakan hak pilih, serta agar tidak mudah terprovokasi dengan kampanye hitam, ujaran kebencian, maupun isu SARA,” ujar Bamsoet.   {007}.

Comments

comments