Impor Beras Ditambah, Polri Diminta Koordinasikan Pihak Terkait

KETUA DPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet) meminta Polri melakukan koordinasi dengan para pemangku kepentingan terkait penambahan impor beras. “Terkait penambahan impor beras sebesar 500 ribu ton hingga bulan Juli 2018 oleh Kementerian Perdagangan (Kemendag), meminta Komisi III DPR dan Komisi VI DPR mendorong Kepolisian dan Kemendag berkoordinasi dengan Bulog, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) serta Satuan Tugas (Satgas) Pangan untuk mengawasi persediaan, distribusi, mengantisipasi penimbunan, dan permainan harga beras di berbagai daerah,” kata Bamsoet dalam siaran pers yang diterima, Rabu, (14/5).

Menurut Bamsoet, Kementerian Perdagangan (kemendag) dan Kementerian Pertanian juga harus menjelaskan rencana impor beras tersebut kepada wakil rakat di parlemen. “Meminta Komisi IV DPR dan Komisi VI DPR memanggil Kementerian Pertanian (Kementan) dan Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk menjelaskan kebijakan penambahan importasi beras tersebut serta meminta Kemendag untuk mencari alternatif solusi lain selain impor, mengingat stok beras saat ini mencapai 1,2 juta ton dan ketersediaan beras di Pasar Induk Beras Cipinang saat ini 40.000 ton yang masih berada diatas batas aman (25.000 ton),” lanjut Bamsoet.

Stabilitas harga beli beras pada tingkat masyarakat, menurut Bamsoet juga harus dijaga oleh kementerian terkait. Agar masyarakat bisa memperoleh bahan kebutuhan pokok itu dengan mudah, apalagi Umat Muslim akan memasuki Bulan Suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri. “Meminta Komisi VI DPR mendorong Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk berkomitmen dalam menjaga stabilitas harga beras meskipun permintaan masyarakat meningkat dengan melakukan operasi pasar, sesuai dengan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 12/PERMENTAN/PP.320/5/2017 tentang Operasi Pasar, serta merumuskan kembali kebijakan pangan, mengingat konsumsi beras terus meningkat terutama menjelang hari Raya Idul Fitri 2018,” sambung Bamsoet.

Penemuan bibit-bibit unggul, juga diharapkan Bamsoet dapat diperoleh agar produksi beras dalam negeri bisa jauh lebih meningkat ditengah pengurangan sejumlah lahan sawah di republik ini. “Meminta Komisi IV DPR dan Komisi X DPR mendorong Kementan dan Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) melalui Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) untuk melakukan inovasi dan kajian terhadap bibit unggul yang ada, sehingga didapat pengembangan dan peningkatan produksi padi petani,” ujar Bamsoet.

“Meminta Komisi IV DPR mendorong Kementan untuk segera menambah luas tanam, mencetak sawah-sawah baru di daerah-daerah yang berpotensi baik untuk cetak baru sawah, serta tidak mengalihfungsikan lahan pertanian, guna meningkatkan produksi pangan dan memastikan hasil panen padi maksimal,” tutup Bamsoet.   {007}.

Comments

comments