Lonjakan Harga Minyak Dunia Bisa Rubah Postur APBN

E Herman Khaeron.

WAKIL Ketua Komisi VII DPR RI, E Herman Khaeron menegaskan bahwa “bentuk” Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) bisa saja mengalami perubahan pasca lonjakan harga minyak dunia. “Kondisi ini akan mengubah postur APBN karena post nya bisa bergeser,” kata Herman dalam pesan elektronik yang diterima, Kamis, (25/5) petang.

Untuk itu, Herman menyerukan kepada pemerintah untuk segera menggelar pertemuan dengan parlemen agar dapat dicarikan jalan keluar untuk menyelamatkan ekonomi republik ini. “Lifting minyak, ICP, dan nilai tukar rupiah merupakan bagian dari asumsi makro, sehingga subtansinya adalah harus ada pembicaraan APBN-Perubahan,” lanjut Herman.

“Karena semuanya berupa: lifting minyak tidak tercapai, ICP meningkat sudah jauh dari asumsi APBN 2018 sebesar 48 USD/barel, dan melemahnya nilai tukar rupiah,” sambung Herman.

Pemerintah, tegas Herman, tidak bisa lagi menahan-nahan kondisi tersebut. Jika terus ditahan oleh pemerintah, dampak dari lonjakan harga minyak dunia dan melemahnya nilai tukar rupiah akan menyusahkan rakyat maupun pelaku usaha di republik ini. “Pemerintah juga tidak bisa menahan situasi ini karena konsekwensinya berdampak kepada koorpirasi dan masyarakat,” tegas Herman.

Kondisi seperti saat ini juga dijelaskan Herman telah berdampak tidak baik bagi Pertamina maupun Perusahaan Listrik Negara (PLN). “ Koorporasi seperti pertamina dan PLN dalam situasi ini menggerus kondisi keuangannya,” jelas Wakil Rakyat ini.   {007}.

Comments

comments