Jelang Asian Games PMJ Gelar Operasi Begal & Jambret

Prabowo Argo Yuwono (tengah berkacatama), Hengki Haryadi (sisi kanan Argo).

KEPALA Bidang Humas Polda Metro Jaya (PMJ), Kombes Pol Prabowo Argo Yuwono mengatakan bahwa pihaknya telah mendapat perintah dari Pimpinan untuk melaksanakan operasi terhadap aksi begal dan jambret. Operasi tersebut diselenggarakan dalam upaya menciptakan kondisi aman menjelang Asian Games.

“Bahwa ini adalah perintah Pak Kapolda untuk melaksanakan operasi begal dan jambret di Jakarta. Jadi semua Kapolres diperintahkan melaksanakan operasi begal dan jambret yang  berkenaan dengan Asian games,” kata Argo di Jakarta Barat, Jumat, (29/6).

Dengan adanya operasi tersebut, diharapkan pula tercipta rasa aman pada seluruh warga masyarakat yang berada di wilayah hukum PMJ. “Agar terasa aman dan nyaman peserta melakukan pertandingan Asian games. Itu perintah Pak Kapolda,” lanjut Argo.

Bersyukurnya dengan gelaran operasi tersebut, jajaran PMJ, yakni Polres Jakarta Barat berhasil mengungkap kasus kejahatan yang dialami salah seorang pejabat sebuah kementerian republik ini. “Bahwa tersagka inisial A berperan mengambil barang. Kemudian yang membonceng ini. Dia driver motornya. Jadi ini dilakukan penangkapan dan lidik selama tiga hari. Ternyata berhasil,” ujar Argo.

Sementara itu Kapolres Jakarta Barat, Kombes Pol Hengki Haryadi mengatakan bahwa kasus penjabretan tersebut telah sempat viral di media sosial sebelumnya. Namun korban tidak melaporkannya ke aparat keamanan.

“Jadi kasus ini diawali dengan kejadian tanggal 24 pukul 8 pagi. Kasus ini sempat viral, tapi belum lapor. Kami proaktif dengan membentuk tim khusus. Tim bekerja 24 jam melakukan lidik dan anev. Sampai menemukan entri poin atau pintu masuk utk mengungkap kasus ini. Karena yang susah mengungkap kasus ini yakni menemukan entri poin. Alhamdulillah hari kedua kami temukan entri poin. Kita tangkap salah satu tersangka. Kemudian kita kembangkan akhirnya kita temukan,” kata Hengki.

“Kami membentuk tim khusus bukan semata korban adalah pejabat. Tetapi karena dari analisa kami, jambret selama ini tidak mengakibatkan luka berat. Nah korban luka berat ada luka di bahu kiri. Dari entri poin, terungkap suatu hal yang cukup memprihatinkan dan justru menguntungkan kami selaku penyidik, ternyata ini sindikat besar yang ada di Jakarta. Kelompok ini biasa kumpul di Teluk Gong. Kumpul ditempat yang dinamakan tenda oranye. Ini ada beberapa kelompok. Setiap hari mereka bekerja menyebar ke seluruh Jakarta,” sambung Hengki.

Dijelaskan Hengki bahwa jambret yang berkumpul di Teluk Gong itu umumnya merupakan mantan narapidana. “Hasil penyelidikan kami, jambret yang bermarkas di Teluk Gong, itu rata-rata adalah residivis. Karenanya langkah ke depan, berdasarkan kebijakan Pak Kapolri dan Kapolda kita akan intensifkan. Kita beruntung entri poin kita dapatkan. Dari beberapa tersangka, kita sudah temukan korbannya. Untuk tersangka kita kenakan pasal 365 KUHP,” jelas Hengki.   {007}.

Comments

comments