Pemerintah Diminta Cari Solusi Agar Anak-Anak Tidak Bisa Dapatkan Rokok

Bambang Soesatyo (kemeja putih).

KETUA DPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet) meminta pemerintah agar mencari sulusi sehingga kalangan anak-anak bangsa ini tidak bisa mendapatkan rokok. Sebab, dari data yang disiarkan lembaga asing diketahui bahwa Indonesia menjadi negara pengguna rokok nomor 3 terbesar di dunia.

“Meminta Komisi IV DPR, Komisi VI DPR, Komisi IX DPR dan Komisi XI DPR mendorong Pemerintah untuk mencari solusi yang tepat agar rokok tidak dapat dijangkau oleh generasi muda/anak-anak, mengingat prevalensi perokok muda semakin tinggi, yaitu jumlah perokok pemula remaja usia 10-14 tahun di Indonesia mengalami peningkatan dua kali lipat dalam 10 tahun terakhir,” kata Bamsoet dalam siaran pers yang diterima, Rabu, (6/6).

“Terkait data the Tobacco Atlas 2015 yang menyebutkan bahwa Indonesia berada pada posisi peringkat ketiga dengan jumlah perokok terbesar di dunia setelah Cina dan India, yaitu sebesar 50,6 juta orang dan data dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2017 menunjukkan jumlah perokok di Indonesia mencapai 29,3 persen, serta semakin meningkatnya jumlah perokok di dunia setiap tahunnya,” sambung Bamsoet.

Kementerian Kesehatan dan pemerintah daerah juga diharapkan mengeluarkan larangan iklan rokok di lingkungan-lingkungan pendidikan. “Meminta Komisi IX DPR mendorong Kementerian Kesehatan (Kemenkes) didampingi Pemerintah Daerah (Pemda) untuk melakukan pelarangan iklan rokok di sekitar lingkungan pendidikan sesuai dengan Pasal 50 dalam Peraturan Pemerintah Nomor 109 tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan Yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan, guna mencegah generasi muda terpapar oleh iklan rokok,” tegas Bamsoet.

Edukasi bahaya rokok terhadap siswa sekolah, menurut Bamsoet tidak kalah penting untuk semakin ditingkatkan kedepannya. Cara ini diharapkan dapat menggugah siswa didik untuk tidak merokok.

“Meminta Komisi IX DPR dan Komisi X DPR mendorong Kemenkes dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk secara gencar melakukan edukasi ke sekolah ataupun kampus tentang bahaya rokok yang berpotensi mengarah kepada penyalahgunaan narkotika, mengingat perokok muda berusia 10-14 tahun sudah mencapai 10 persen,” ujar Bamsoet.

Bamsoet juga berharap agar rancangan undang-undang pertembakauan agar dapat segera diselesaikan. “Meminta Pansus RUU Pertembakauan bersama dengan Pemerintah untuk segera menyelesaikan pembahasan RUU tentang Pertembakauan, mengingat Indonesia merupakan salah satu dari dua negara yang belum menandatangani kesepakatan tentang pertembakauan,” harap Bamsoet.

“Mengimbau kepada masyarakat, terutama orangtua untuk berperan aktif dengan memberikan contoh nyata dan selalu mengawasi anak-anak dari pengaruh lingkungan sekitar serta mendorong anak untuk tidak merokok,” ajak Bamsoet.   {007}.

Comments

comments