Briket Arang Menjadi Solusi Jika Harga Elpiji 3 kg Naik

Sartono (kiri).

BRIKET Arang merupakan salah satu solusi jika pemerintah benar-benar menaikkan harga beli elpiji ukuran 3 kg. Hal tersebut dikatakan Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Jawa Timur VII, Sartono pasca meninjau langsung pabrik Briket Arang di Kabupaten Pacitan.

“Jadi briket arang ini menjadi salah satu solusi yang bisa digunakan rakyat untuk menggantikan elpiji ukuran 3 kg, yang dari informasi kita terima akan naik harga belinya,” kata Sartono di DPR RI, Senin, (9/7).

Menurut Sartono, Briket yang diproduksi oleh sekelompok warga masyarakat di Pacitan tersebut memiliki harga yang sangat murah. Tidak hanya itu, bahan bakar yang pembuatannya menggunakan limbah arang sangat ramah lingkungan.

“Ini bahan bakunya dari arang-arang yang tidak lolos sortiran, artinya ini kan limbah. Nah setelah melalui proses yang simple ini menjadi bahan bakar yang sangat ramah lingkungan, karena nyaris tidak ada asap yang muncul,” lanjut Sartono.

Produk yang berfungsi sebagai bahan bakar ini, sambung Sartono, 100 persen berbahan baku lokal. “Ini sama sekali tidak menggunakan bahan-bahan impor. 100 persen bahan bakunya lokal. Tapi ini bisa menjadi lapangan pekerjaan baru dan meningkatkan kesejahteraan rakyat bangsa ini,” sambung Sartono.

“Sudah saatnya kita mengeksplorasi sumber daya yang kita miliki, agar kelak Indonesia menjadi negara yang mandiri dan maju,” tegas Sartono.

Saat dihubungi, Sugi produsen Briket di Kabupaten Pacitan mengatakan bahwa Briket yang dihasilkannya berharga Rp 6 ribu / kg. “Satu kilonya hargnya Enam ribu rupiah. Itu isinya sekitar 70-80 piece,” kata Sugi.

Sugi juga mengatakan bahwa panas yang dihasilkan oleh Briket Arang produknya relatif sama dengan arang. “Untuk tingkat panasnya unda-undi dengan arang. Karena ini bahan bakunya dari arang kayu maka panasnya sama dengan arang kayu, sekitar 300-350 derejat celcius,” kata Sugi lagi.

Kedepannya Sugi menjelaskan bahwa pihaknya sedang berusaha mengembangkan jenis Briket yang dihasilkan. “Kedepannya kami sedang mengusahakan produksi briket yang dicampur sodas atau serbuk gergaji. Dengan cara itu harganya bisa lebih murah dari ada saat ini,” jelas Sugi.   {007}.

Comments

comments