Polri Diminta Tuntaskan Pengusutan Kasus Penghukuman Siswi di Mojokerto

Bambang Soesatyo (kemeja putih).

KETUA DPR RI, Bambang Soesayo (Bamsoet) meminta Polri menuntaskan kasus penghukuman seorang siswi di Mojokerto, Jawa Timur lantaran terlambat pada acara ekstrakulikuler sekolahnya.

Penuntasan diyakini mampu memberi efek jera bagi pelaku, sekaligus untuk memperingatkan agar pihak lain tidak melakukan tindakan serupa dikemudian hari.

“Meminta Komisi III DPR dan Komisi X DPR mendorong Kepolisian dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) agar mengusut tuntas motif dari kasus tersebut dan menindak tegas oknum dengan memberikan efek jera sesuai dengan hukum yang berlaku, mengingat hukuman fisik berpotensi membahayakan anak didik,” kata Bamsoet dalam siaran  pers yang diterima, Rabu, (25/7).

Selain Polri, Bamsoet juga memandang perlu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan jajarannya memberi penjelasan serta pertanggungjawaban atas kejadian tersebut. “Meminta Komisi X DPR mendorong Kemendikbud dan Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Timur untuk meminta penjelasan dan pertanggungjawaban kepada pihak sekolah atas kasus tersebut, mengingat pihak sekolah maupun tenaga pendidik yang memiliki kewenangan dalam proses belajar-mengajar di lingkungan sekolah,” lanjut Bamsoet.

Pengawasan serta pendampingan pihak terkait, sambung Bamsoet, harus dilakukan terhadap berbagai kegiatan yang dilakukan dalam kaitannya dengan sekolah. “Meminta Komisi X DPR mendorong Kemendikbud bersama dengan Disdik agar meningkatkan pengawasan dan pendampingan yang baik terhadap setiap kegiatan peserta didik di sekolah, guna mencegah terjadinya kembali kekerasan di dunia pendidikan, serta mendorong Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) untuk dapat memberikan penanganan trauma healing dan fisik kepada korban dan pendampingan psikologis kepada keluarga korban,” sambung Bamsoet.   {007}.

Comments

comments