Ketua DPR RI: Pola Zonasi Penerimaan Siswa Baru Masih Banyak Kekurangan

Bambang Soesatyo.

KETUA DPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengatakan bahwa sistem Zonasi penerimaan siswa baru masih banyak kekurangannya. Sebagai contoh, kata Bambang, masih ada calon siswa yang masuk dalam zona tidak dapat diterima oleh sekolah terdekat dari rumahnya. Untuk itu evaluasi terhadap penerapan sistem tersebut haruslah dilakukan.

“Mendorong Komisi X DPR meminta Kemendikbud dan kepala sekolah untuk melakukan evaluasi dan memperbaiki sistem zonasi yang polanya masih memiliki banyak kekurangan, seperti siswa yang berada di perbatasan dua zona namun tidak termasuk dalam dua zona tersebut, dan juga kuota yang ditetapkan sekolah sehingga siswa yang masuk dalam zona sekolah tidak bisa diterima karena kuota sudah penuh,” kata Bamsoet dalam siaran pers yang diterima, Kamis (2/8).

Dalam kesempatan itu Bamsoet juga mendorong agar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, mengkoordinasikan hal tersebut dengan semua pihak terkait. Termasuk dengan pengelola sekolah-sekolah swasta.

“Mendorong Komisi X DPR meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk melakukan pembahasan bersama dengan sekolah negeri dan sekolah swasta mengenai sistem zonasi yang diterapkan, agar terjadi keterpaduan antara sekolah negeri dengan sekolah swasta sebagai bentuk langkah strategis dalam membenahi pendidikan nasional,” lanjut Bamsoet.

Bamsoet juga minta Pemerintah Daerah (Pemda) agar memberi perhatian kepada sekolah-sekolah swasta. Karena sekolah swasta merupakan mitra pemda dalam menyediakan sarana pendidikan bagi masyarakat.

“Mendorong Komisi II DPR dan Komisi X DPR meminta Kemendikbud bersama dengan Pemerintah Daerah (Pemda) untuk memperhatikan sekolah swasta sebagai mitra pemerintah, sehingga penataan persekolahan swasta dapat masuk dalam strategi pemerintah pusat dan daerah, baik dari sisi kualitas dan mutu sekolah, serta Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) sekolah yang masih dianggap mahal oleh sebagian kalangan masyarakat,” ujar Bamsoet.   {007}.

Comments

comments