Segera Tetapkan Gempa Lombok sebagai Bencana Nasional!!!

GEMPA yang terjadi berulang-ulang di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) membuat gusar Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet). Menurut Bamsoet, melihat kondisi yang terjadi di Lombok, sudah selayaknya Pemerintahan Joko Widodo – Jusuf Kalla menetapkan status Bencana Nasional di wilayah tersebut.

“Melakukan rapat gabungan Komisi I DPR, Komisi II DPR, Komisi III DPR, Komisi V DPR, Komisi VII DPR, Komisi VIII DPR, dan Komisi IX DPR bersama dengan kementerian dan badan terkait untuk membahas mengenai gempa yang terjadi di Lombok agar pemerintah segera menetapkan gempa di Lombok sebagai bencana nasional,” kata Bamsoet dalam siaran pers yang diterima, Senin, (20/8).

Penetapan status tersebut, diyakini akan lebih mempermudah pemberian bergabai bentuk bagi masyarakat republik ini yang menjadi korban pergolakan alam tersebut.

Dalam siaran persnya, Bamsoet mendorong pemangku kepentingan segera memindahkan korban dari lokasi terdampak gempa tersebut. Berbagai bentuk bantuan juga harus sudah diterima oleh para korban agar meringankan penderiataan yang mereka rasakan.

“Mendorong Komisi V DPR dan Komisi VIII DPR meminta Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BNPP), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BNPB) didampingi Pemerintah Daerah (Pemda) untuk segera mengevakuasi kediaman masyarakat yang rawan longsor, memetakan lokasi relokasi bagi masyarakat yang terdampak gempa dan longsor, memberikan bantuan kesehatan, pangan, pakaian, dan kebutuhan lainnya, serta memperhitungkan kerugian yang ditimbulkan akibat gempa,” ujar Bamsoet.

Menurut Bamsoet, harus ada inovasi-inovasi baru untuk menghindari timbulnya korban serupa jika dikemudian hari terjadi gempa-gempa lainnya. Seperti adanya teknologi pendirian bagunan yang tahan terhadap guncangan gempa bumi.

“Mendorong Komisi II DPR dan Komisi V DPR meminta KemenPUPR, Pemda, dan BMKG untuk melakukan pemetaan terhadap wilayah-wilayah rawan gempa di Indonesia dan melakukan inovasi terkait bangunan tahan gempa, untuk meminimalisir terjadinya bangunan roboh ketika sedang terjadi gempa,” terang Bamsoet.

“Mendorong Komisi VIII dan Komisi IX DPR meminta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Palang Merah Indonesia (PMI) untuk siap siaga dalam menyediakan obat-obatan dan tenaga kesehatan guna mengantisipasi berbagai penyakit yang timbul dan dialami oleh para pengungsi gempa, juga menyediakan persediaan berbagai jenis darah (O, A, B, AB) untuk transfusi, serta bersama Kemensos membuat klinik trauma healing pasca bencana, guna membangun dan memulihkan kembali mental dan psikis korban terdampak gempa,” urai Bamsoet.   {007}.

Comments

comments