Tim Siaga Darurat Bencana Karhutla Upayakan Jalur Darat & Udara

Upaya Pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan Jalur Udara.

DIREKTUR Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) KLHK, Raffles B. Panjaitan mengungkapkan bahwa tim yang tergabung dalam Siaga Darurat Bencana Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan Provinsi, terus melakukan upaya darat dan udara, untuk menanggulangi setiap karhutla yang terjadi.

Sosialisasi pencegahan dan pemadaman dini pun terus dikedepankan bersama para pihak. “Di Sumatera Selatan, Patroli Terpadu Pencegahan Karhutla terus diintensifkan pada 50 posko desa yang mampu menjangkau 178 desa rawan,” kata Raffles dalam siaran pers yang diterima, Jumat, (24/8).

Selain itu, lanjut Raffles, Manggala Agni KLHK membangun dua posko siaga untuk mempermudah koordinasi dengan para pihak dan juga petugas di lapangan. Kedua posko tersebut berlokasi di Desa Babatan Saudagar Kecamatan Pemulutan Kabupaten Ogan Ilir, dengan jumlah personil 45 orang, dan posko kedua di Kecamatan Muara Belida Kabupaten Muara Enim dengan jumlah personil 15 orang.

“Posko ini secara rutin melakukan patroli pencegahan karhutla dalam 24 jam, dan melakukan pemadaman secara jika ditemukan kejadian kebakaran,” lanjut Raffles.

Tidak hanya itu, menurut Raffles, Manggala Agni juga terus bersinergi dengan para pihak bahu-membahu menanggulangi karhutla. “Seperti di Banyuasin, pemadaman darat dilakukan oleh Manggala Agni, BPBD, POLRI, TNI, satgas desa / masyarakat dilakukan di Desa Muara Baru dan Desa Ibul Besar 1 Kecamatan Pemulutan Kabupaten Ogan Ilir,” sambung Raffles.

“Begitu juga di Kabupaten OKI, pemadaman dilakukan tim satgas darat di Kelurahan Kotaraya Kecamatan Kayuagung, Desa Sungai Bungin Kecamatan Pangkalan Lampam, dan Desa Sungai Tapuk Kecamatan Sungai Menang Kabupaten OKI,” tegas Raffles.

Sementara itu, untuk penanggulangan Karhutla jalur udara dilakukan menggunakan helikopter KLHK yang didukung 11 unit helikopter BNPB. Satgas udara terus melakukan patroli udara, dan water bombing dengan menyisir setiap lokasi rawan, seperti di Musi Banyuasin, OKI, Ogan Ilir, dan Banyuasin.

Satgas Udara juga melakukan teknologi modifikasi cuaca (TMC) menggunakan Pesawat Casa 212 PK-PCT dan Pesawat Casa A-2105 TNI AU di wilayah udara sekitar Banyuasin dan OKI. Tiga unit helikopter dari perusahaan pemegang konsesi juga siaga sewaktu-waktu dibutuhkan untuk patroli dan pemadaman udara.

Selain di Sumatera Selatan, upaya pencegahan dan penanggulangan Karhutla melalui darat dan udara juga dilakuakan di Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Berbagai upaya tersebut melibatkan KLHK, TNI, POLRI, BPBD, Masyarakat Peduli Api dan juga perusahaan pemegang konsesi. Dukungan para pihak ini, memperkuat tim di lapangan dalam melakukan upaya pengendalian Karhutla.   {007}.

Comments

comments