Ketua DPR RI: Hentikan Perambahan di TN Sebangau !!!

foto: backpackerjakarta.com

 

KETUA DPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet) mendesak dihentikannya perambahan huta di kawasan Taman Nasional (TN) Sebangau, Kalimantn Tengah. Semua pihak yang terlibat dalam perambahan tersebut, harus ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku.

“Terkait dengan hasil analisis citra satelit Jaringan Pemantau Independen Kehutanan (JPIK) yang menunjukkan Taman Nasional Sebangau di Kalimantan Tengah yang mengalami deforestasi lahan seluas 18.920,9 hektar, mendorong Komisi IV DPR meminta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan Polisi Hutan untuk menghentikan aktivitas pelaku perambahan hutan dan pelaku alih fungsi lahan hutan, dan menyita alat-alat yang digunakan, serta menindak tegas terhadap pelaku perambahan liar yang menebang pohon dan membuka lahan dengan cara dibakar sesuai dengan Undang-Undang No. 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan,” kata Bamsoet dalam siaran pers yang diterima, Jumat, (7/9).

Dalam kesempatan itu Bamsoet juga mendesak KLHK melakukan pemulihan terhadap TN yang hutannya sudah gundul akibat ulah pihak-pihak tertentu. KLHK juga didesak terus menjalankan program-program andalannya.

“Mendorong Komisi IV DPR meminta KLHK berkomitmen dalam melakukan pemulihan lahan Taman Nasional Sebangau yang mengalami deforestasi dan alih fungsi lahan dengan melakukan reboisasi, serta terus menjalankan program kelestarian kawasan konservasi keanekaragaman hayati dan kawasan berfungsi lindung yang bervegetasi hutan tropis paling sedikit 45% dari luas Pulau Kalimantan sesuai Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2012 Tentang Rencana Tata Ruang Pulau Kalimantan,” lanjut Bamsoet.

Semua pihak pihak terkait, baik pusat maupun daerah, diminta Bamsoet aktif mensosialisasikan pentingnya menjaga hutan serta sanksi bagi para pelanggarnya.

“Mendorobg Komisi IV DPR meminta KLHK dan Dinas Kehutanan Kalimantan Tengah untuk turut aktif mengadakan kegiatan dan sosialiasi mengenai pentingnya menjaga kelestarian hutan dan hukuman apa yang akan diterima jika merusak hutan, mengingat hutan di Kalimantan merupakan paru-paru dunia,” pungkas Bamsoet.   {007}.

Comments

comments