Legislator: Persekusi Perusak Kebhinekaan

Jazuli Juwaini (peci hitam, pegang mic).

 

ANGGOTA DPR RI, Jazuli Juwaini menegaskan bahwa Persekusi yang beberapa kali terjadi belakangan di republik ini merupakan tindakan yang dapat merusak nilai-nilai Bhineka Tunggal Ika. Itulah sebabnya tindakan seperti itu harus dihentikan.

“Persekusi ini juga perusak Kbhineka Tunggal Ikaan. Orang beda pandangan dipersekusi. Kegaduhan yang merusak Bhineka Tunggal Ika,” kata Jazuli di DPR RI, Jumat, (28/9).

Sikap toleransi terhadap perbedaan pandangan, lanjut Jazuli, haruslah dikembangkan ditengah-tengah masyarakat. Seluruh anggota masyarakat harus mau untuk menghargai pendapat yang muncul.

“Kita harus kembangkan toleransi. Hormatilah perbedaan-perbedaan yang ada itu. Ketika kita toleran, jujur dan menjalangkannya secara utuh apalagi menjelang pilpres, Insya Allah yang ditakutkan itu tidak akan terjadi di Republik Indonesia ini,” lanjut Jazuli.

Kedepannya Jazuli berharap tindakan persekusi tidak lagi terjadi di republik ini, apalagi selama proses pemilu berlangsung hingga pelantikan presiden maupun anggota legislatif di tahun 2019 nanti.

Dalam kesempatan itu Jazuli juga mengakui bahwa kondisi Kebhinekaan dalam masyarakat bangsa ini masih cukup baik. Kalaupun ada pergerakan, menurut Jazuli, hal tersebut sebatas riak-riak kecil saja.

“Perbedaan diantara kita merupakan suatu keniscayaan. Dan sampai sekarang nilai-nilai Kebhinekaan kita masih cukup bagus. Kalaupun ada itu riak-riak saja. Dimana perbedaan yang ada itu hanya ingin mengukur kedalaman kebersamaan itu sendiri,” ujar Jazuli.

“Saya belum lihat suatu riak yang serius. Riak-riak itu masih toleransi tapi tidak boleh ditingkatkan. Kapan bineka tunggal ika akan terkoyak? Jawabnya adalah ketika kita gemar mengembangkan hoax. Ini tanggunjawab kita semua. Puncak kenikmatan itu ketika orang punya hak bebas memilih,” pungkas Jazuli.   {007}.

Comments

comments