Pemerintah Disarankan Potong Anggaran Belanja

Gonjang-Ganjing Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dollar Amerika.

 

ANGGOTA Komisi XI DPR RI, Heri Gunawan menyarankan Pemerintahan Jokowi-JK memotong Anggaran Belanja. Pemotongan tersebut diyakini dapat dijadikan sarana untuk menentukan skala priortas terpenting.

“Menurut hemat kami dari beberapa kebijakannya, pemerintah harus memotong anggaran belanja secara signifikan buat menentukan skala prioritas,” kata Heri di DPR RI, Kamis, (6/9).

Dari daftar rencana belanja yang sudah didata, lanjut Heri, pemerintah seharusnya mengutamakan kegiatan untuk sebesar-besarnya kepentingan masyarakat banyak. “Sesuaikan belanja secara lebih tepat sasaran,” lanjut Heri.

Penentuan skala prioritas tersebut, sambung Heri, diyakini bisa mengurangi dampak lemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika belakangan ini.

Selain itu, Heri juga mengatakan bahwa pemerintah harus memperkuat dasar-dasar ekonomi bangsa ini. Sebesar apapun gonjang-ganjing nilai tukar rupiah tidak akan berpengaruh besar jika dasar ekonomi kuat.

“Saya fikir kembali ke fundamental ekonomi kita, kalau kuat rasanya ini tidak perlu dikawatirkan, sayangnya fundamental kita belum kuat, dan ini sering ditutup tutupi. Nampaknya ada sesuatu yang untuk dibuka. Seperti devisit anggaran kita,” kata Heri.

Pondasi ekonomi yang kurang kuat, jelas Heri, telah menjadikan upaya Bank Indonesia mengintervensi pelemahan nilai rupiah tidak memberi dampak seperti yang diharapkan.

“Nyatanya apa yang dilakukan BI berupa itervensi tidak mengangkat. Ini sebuah trust, ternyata sentimen yang diambil pasar tidak terlalu baik. Pembiayaan infraktruktur relatif banyak gunakan mata uang asing. Bahkan ada cerita pemerintah jual SBN tidak laku,” jelas Heri.

“Himbauan pemerintah menjual dollar tidak akan selesai. Sebab diantara kementerian dan lembaga tidak maching. Presiden ngomong ini kenyataan di lapangan berbeda. Ini imbas fundamental ekonomi kita yang tidak baik,” pungkas Heri.   {007}.

Comments

comments