Polair Polda Sumut Tangkap 12 Kapal Pengguna Trol

AKBP Untung Sangaji (seragam biru depan).

WAKIL Direktur Polair Polda Sumatera Utara, AKBP Untung Sangaji mengatakan bahwa pihaknya baru saja menangkap 12 unit kapal nelayan menggunakan alat tangkap Trol.

“Baru beberapa waktu lalu kami dari Polair Polda Sumut menangkap 12 unit kapal penangkap ikan yang menggunakan alat tangkap berupa trol. Dan yang mengembirakan kita semua ada juga 1 kapal berikut trol yang diserahkan oleh nelayan tradisioal,” kata Untung saat dihubungi, Kamis, (27/9).

Menurut Untung, penggunaan alat tangkap Trol sangatlah merugikan bangsa ini secara keseluruhan. Sebab, alat tangkap tersebut memberikan dampak kerusakan yang sangat besar bagi kehidupan di bawah laut.

“Kalau mau dihitung kerugian negara akibat penggunaan 12 trol ini, itu bisa ratusan miliar. Karena satu terumbukarang membutuhkan waktu 15 sampai 20 untuk untuk berkembang. Itu pun dengan kondisi laut yang bagus,” lanjut Untung.

“Sedangkan laut Belawan ini sudah rusak akibat penggunaan trol selama ini. Penggunaan trol itu telah sangat merusak laut Belawan dan trol itu sangat tidak ramah lingkungan. Kalau menurut saya, seharusnya kapal-kapal seperti yang kami tangkap ini jangan hanya ditangkap. Tetapi seharusnya langsung dimusnahkan bersama alat tangkap trolnya,” tegas Untung.

“Jadi yang kita larang itu alat tangkapnya,” sambung Untung.

Untung menjelaskan bahwa negara-negara maju sudah tidak mau lagi menggunakan trol sebagai alat tangkap bagi para nelayanan. Sebab, mereka telah menyadari dampak kerusakan alam, khususnya bahwa laut akibat penggunaan trol tersebut.

“Karena di ujung trol itu ada papan yang akan menyapu apapun yang ada, ada ikan besar ya kena, ada ikan kecil juga kena, ada terumbukarang ya sudah pasti kena juga,” kata Untung.   {007}.

Comments

comments