Rizal Ramli Sarankan Jokowi Ganti Mendag

Rizal Ramli (pegang mic), Hamdani (peci hitam).

 

PENGAMAT Ekonomi, Rizal Ramli menyarankan Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) untuk mengganti Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita. Hal tersebut didasarkan pada kinerja Enggartiasto yang dinilai Rizal tidak sesuai harapan rakyat.

“Saya himbau Pak Jokowi untuk bersikap, sudah waktunya untuk Enggar diganti. Wong menteri perdagangannya kagak mutu kok,” kata Rizal Ramli dalam sebuah diskusi di DPR RI, Kamis, (20/9).

Menurut Rizal Ramli, impor beras yang belakangan dilakukan tidak semestinya terjadi. Sebab, cuaca yang terjadi di republik ini sangat mendukung tingkat produksi beras yang baik. Dengan produksi padi yang baik, tentunya persediaan beras di dalam negeri akan memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat.

“Kalau ada elnino boleh impor, tapi kalau musim hujan jangan. Tahun ini cuaca banyak hujan, tidak ada alasan untuk impor berlebihan. Karena kalau berlebihan, beras disimpan di gudang bulog, karena tidak terpakai beras banyak kutunya. Itulah kalau stok berlebihan, karena sembarangan impor karena ada rente ekonominya,” lanjut Rizal Ramli.

Dalam kesempatan itu Rizal Ramli juga mengatakan bahwa dirinya pernah menyarankan Jokowi mengganti sistem impor yang selama ini terjadi. Seharusnya impor beras dilakukan dengan sistem tarif.

“Kami pernah usul dalam kabinet, Pak Presiden kita ubah sistem kuota ini menjadi sistem tarif, siapa saja boleh impor asal bayar tarif. Sehingga harga beras akan turun. Daya beli akan naik. Tapi tidak terjadi menterinya tidak semua loyalitasnya kepada Pak Jokowi, tapi kepada partai. Jadi ini bukan hal yang aneh,” tegas Rizal Ramli.

Sementara itu, Politisi NasDem, Hamdani mengatakan bahwa impor beras yang dilakukan pemerintahan Jokowi telah melewati mekanisme yang sesuai dengan aturan. “Kebijakan impor itu bukan tanpa kajian, impor bukan hanya di tangan kemendag. Tapi koordinasi antar lembaga terkait yang dipimpin oleh menko perekonomian. Pemerintah sudah melihat ada kebutuhan yg sangat urgen ke depan. Pemerintah impor ini tentu ada kebutuhan yg sangat mendesak,” kata Hamdani.   {007}.

Comments

comments