Terkait Pabrik Narkoba di Rajeg, Bamsoet Desak Polri Ungkap Keseluruhan

Bahaya Narkoba.

KETUA DPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet) mendesak Polri maupun pihak terkait lainnya seperti BNN, untuk mengungkap secara keseluruhan pihak-pihak yang terkait pada proses produksi dan penjualan narkoba dari Perumahan Sentra Pondok Rajeg, Cibinong, Kabupaten Bogor. Polres Jakarta Barat baru-baru ini telah berhasil mengungkap produsen rumah tersebut.

“Terkait terbongkarnya pabrik narkotika yang memproduksi narkotika jenis baru yang berlokasi di Perumahan Sentra Pondok Rajeg, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Jumat lalu (21/9), dan pendistribusiannya melalui jaringan yang ada di Lembaga Permasyarakatan (LP), mendorong Komisi III DPR meminta Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Kepolisian segera melakukan identifikasi dan menghentikan kegiatan produksi dengan menyita semua peralatan serta menindak tegas pelaku dan mengungkap jaringan yang bekerja sama dengan pabrik tersebut,” tulis Bamsoet dalam siaran pers yang diterima, Rabu, (26/9).

Dalam kesempatan itu Bamsoet juga mendesak agar penegak hukum menyisir apakah produksen di  Rajeg tersebut melibatkan oknum-oknum yang berada di lembaga pemasyarakatan maupun rumah-rumah tahanan atau tidak.

“Mendorong Komisi III DPR meminta Kepolisian dan BNN untuk menyelidiki jaringan peredaran narkotika yang membantu memasok narkotika tersebut ke dalam LP dan para pemakainya, serta mengusut pihak-pihak terkait yang memasok bahan baku narkotika jenis baru tersebut,” lanjut Bamsoet.

Tidak lupa Bamsoet mendesak Kementerian Hukum dan HAM maupun Polri untuk memutus jalur peredaran narkoba jenis apapun ke dalam rumah tahanan maupun lembaga pemasyarakatan.

“Mendorong Komisi III DPR meminta Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) dan Kepolisian untuk meningkatkan dan memperketat jalur masuk barang ke dalam lapas, serta mengusut dan menindak tegas oknum sipir yang terbukti terlibat dalam mendistribusikan narkotika di lapas,” ujar Bamsoet.

Sebelumnya, Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Barat mengamankan ribuan butir pil ekstasi, termasuk mesin dan bahan pembuatannya, di sebuah rumah di Perumahan Sentra Pondok Rajeg, Cibinong, Bogor, Jawa Barat. Dalam pengungkapan kasus ini, polisi menangkap seorang penghuni rumah berinisial AP (40). Selain menjadi pengedar ekstasi, AP juga memproduksi barang haram tersebut.

Kepala Polres Metro Jakarta Barat Komisaris Besar Hengki Haryadi mengatakan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari penangkapan bandar narkoba berinisial SI (55) dan RS (24), Jumat (21/9/2018).

Hengki menyebut, dalam sehari, tersangka AP mampu memproduksi 500 butir pil ekstasi. Dari pengakuan AP, sambung Hengki, ia sudah memproduksi ekstasi selama satu tahun. “Bahan baku ekstasinya didapat dari jaringan pasar gelap internasional. Tersangka kemudian menjual hasil produksinya (ekstasi) ke jaringan lapas di Jakarta,” ungkap Hengki dalam rilisnya di Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Senin (24/9).   {007}.

 

Comments

comments