Anies Baswedan: Insya Allah DKI Punya Sumber PAD yang Taat Hukum

Anies baswedan (kemeja putih).

GUBERNUR DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan bahwa pihaknya tidak khawatir kekurangan sumber-sumber penghasilan. Anies menginginkan Ibukota Negara ini mendapatkan penghasilan dari usaha-usaha yang taat pada hukum.

“Apakah DKI tidak khawatir akan kekurangan PAD? Insya Allah DKI akan punya sumber-sumber PAD yang taat pada hukum dan taat dengan ketentuan,” kata Anies dalam akut media sosialnya, Jumat, (19/10).

Hal tersebut dikatakan Anies terkait langkah Pemprov DKI Jakarta yang melakukan penertiban terhadap reklame-reklame yang melanggar ketentuan, seperti habisnya masa berlaku izin.

“Penertiban dilakukan lantaran pemilik bangunan reklame telah habis masa izin mendirikan bangunan – bangunan reklame (IMB-BR) dan belum membayar pajak yang sudah jatuh tempo per 31 Agustus 2018, namu tidak segera membongkar bangunan reklamenya,” lanjut tulis Anies.

Upaya penertiban tersebut, lanjut Anies, melibatkan beberapa institusi penegak hukum yang ada di republik ini. “Ini merupakan upaya Pemprov DKI Jakarta dalam menegakkan hukum di Ibu Kota dengan berkolaborasi dengan KPK RI, Polda Metro Jaya, dan Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta,” lanjut Anies.

“Kita kirimkan pesan untuk semuanya bahwa Ibu Kota tidak lagi mentoleransi pelanggaran reklame di Jakarta, yang ingin dikirimkan kepada warga Jakarta dan harapannya ke seluruh Indonesia,” tulis Anies lagi.

Anies juga menjelaskan bahwa tahun 2017 pihaknya memperoleh pemasukan sebanyak Rp 964 miliar dari pajak reklame saja. Meski demikian, Anies mengaku ingin memberi perhatian juga terhadap sisi penegakkan hukum dan lainnya.

“Tahu 2017 Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari pajak reklame angkanya cukup besar, yaitu 964 miliar. Walaupun angka ini besar tetap Pemprov tidak hanya mengejar pendapatan, kita juga harus mempertimbangkan aspek-aspek lain. Satu, aspek penegakan hukum, dua aspek tata kota, tiga aspek tata kelola pemerintahan yang bersih dari praktek-pratek KKN,” jelas Anies.   {007}

Comments

comments