Karding: Laporkan Dana Bantuan Korban Tsunami Kepada Publik

Abdul Kadir Karding (kanan, pegang mic).

 

ANGGOTA DPR RI, Abdul Kadir Karding menegaskan pentinya melaporkan dana bantuan korban tsunami dan gempa di Sulawesi Tengah (Sulteng) kepada publik. Hal tersebut diyakini dapat mencegah kemungkinan terjadinya kecurigaan publik terhadap pengelolaan dana itu sendiri.

“Ada baiknya badan yang mengurusi secara berkala melaporkan keuangannya. Penggunaan keuangan, jumlah uang masuk, berapa tersisa, rencana untuk apa. Saya usul minimal seminggu sekali, karena khawatir disalahpahami. Karena ini kondisinya emosi. Di Palu itu teman-teman perantau itu pada pulang kampung. Tapi pemerintahnya marah-marah. Jadi sekecil apapun bantuan itu jadi sensitif. Oleh karena itu pemerintah harus rutin laporkan ke publik,” tegas Karding di DPR RI, Selasa, (9/10).

Dalam kesempatan itu Karding juga melihat pentingnya pelibatan perangkat desa ataupun struktur pemerintahan terbawah dalam penyaluran bantuan baik berupa uang tunai maupun barang. Hal tersebut diyakini akan memberi dampak positif agar bantuan tersebut tepat sasaran.

“Teman-teman pengungsi itu menginginkan bantuan harus lewat kelurahan karena mereka tahu data. Karena selain pengungsi yang disediakan tempanya oleh pemerintah ada juga yang mandiri bangun tenda sendiri, ini belum tersentuh bantuan,” lanjut Karding.

Dijelasan Karding, korban tsunami dan gempa di Sulawesi Tengah memang mendapat perhatian yang cukup besar dari masyarakat dalam maupun luar negeri. Itu sebabnya Karding sangat berharap berbagai bentuk bantuan tersebut dapat dikelola dengan baik, benar serta tepat sasaran.

“Empati yang besar ini apakah sudah terpantau dengan tepat? Menurut saya dana ini memang harus dipusatkan pada 1 titik. Ini harus punya satu sistem deteksi seluruh pengumpulan dana dari masyarakat ataupun Luar Negeri. Dan oleh undang-undang sebenarnya ada pengaturannya. Dana ini harus dimanfaatkan mulai tanggap darurat hingga rekonstruksi. Dia tepat sasaran atau tidak sesuai kebutuhan masyarakat setempat,” tegas Karding lagi.

Agar pendistribusian bantuan berupa barang dapat lebih cepat diterima korban, Karding mengakui peran helikopter memang sangat efektif. Hanya saja, untuk menggunakan helikopter dibutuhkan dana yang tidak sedikit. “Memang kesulitannya memang helikopter kita terbatas, yang paling tepat memang helikopter, namun mahal,” aku Karding.   {007}.

Comments

comments