M Nizar Zahro: INAPGOC Tidak Profesional

M Nizar Zahro.

 

ANGGOTA Komisi X DPR RI, M Nizar Zahro menegaskan bahwa INAPGOC selaku panitia pelaksanaan Asian Para Games tidak profesional. Hal tersebut didasarkan pada dengan tidak diizinkannya salah seorang Atlit Judo Indonesia, Miftahul Jannah hanya lantaran tidak mau melepas Jilbab yang menutup auratnya.

 

“Kasus yang menimpa Miftahul Jannah menunjukkan INAPGOC tidak profesional. Mestinya aturan pelarangan berjilbab disosialisasikan jauh-jauh hari,” kata Nizar dalam pesan elektroniknya yang diterima, Senin, (8/10) malam.

Dalam kesempatan itu Nizar juga mengatakan bahwa hal tersebut tidak akan terjadi jika INAPGOC bertindak profesional khususnya dalam hal peraturan. “Saya yakin kalau aturan tersebut disosialisasikan jauh-jauh hari, kasus Miftahul Jannah tidak perlu terjadi,” lanjut Nizar.

 

Belum lagi jika ditinjau dari aspek Indonesia yang merupakan tuan rumah perhelatan olah raga tersebut. Semestinya, menurut Nizar, seluruh atlit Indonesia sudah diberitahu tentang peraturan yang boleh dan tidak dilakukan.

 

“Apalagi ini menimpa atlit tuan rumah, yang semestinya mengetahui semua aturan yang berlaku,” ujar Nizar.

Menurut Nizar, Menteri Pemuda dan Olahraga dan INAPGOC adalah pihak yang harus bertanggungjawab atas tidak diizinkannya Miftahul Jannah bertanding dalam kesempatan tersebut.

 

“Maka jangan salahkan atlit. Menpora, INAPGOC dan Official lah yang harus bertanggung jawab,” kata Nizar lagi.

 

“Untuk melokalisir kasus ini agar tidak melebar, terutama ke persoalan agama, sebaiknya Menpora dan INAPGOC meminta maaf kepada Miftahul Jannah dan rakyat Indonesia,” pungkas Nizar.   {007}.

Comments

comments