Polair Sumut Selamatkan Perairan Sibolga

AKBP Untung Sangaji (kiri, kemeja coklat).

DIREKTORAT Polair Polda Sumut melakukan penyelamatan terhadap wilayah laut Sibolda dan Tapanuli Tengah (Tapteng). Penyelamatan tersebut dilakukan dengan cara menangkap 30 kg bom ikan dari tangan 8 orang nelayan.

“Ini ada 30 kilogram bom ikan rakitan yang kami sita dari 8 orang nelayan yang akan merusak wilayah laut Sibolga, Tapteng dan sekitarnya, kata Wakil Dir Polair Polda Sumut, AKBP, Untung Sangaji melalui telepon selulernya, Kamis, (25/10).

Dalam kesempatan itu Untung juga mengatakan bahwa ke 8 orang nelayan tersebut sudah kerap melakukan aksi di wilayah tersebut. Hanya saja aksi yang mereka lakukan tergolong “cantik” sehingga mengelabui aparat.

“Mereka ini cukup pandai mengelabui petugas, sehingga meski sudah berkali-kali beraksi mereka tidak tertangkap petugas. Alhamdulillah, kali ini jajaran kita dilapangan berhasil mengendus pergerakan mereka, kita dalami dan Syukur Alhamdulillah kita berhasil menangkap dan menyita bahan peledak yang merusak biota bawah laut,” lanjut Untung.

Dalam melakukan aksinya, sambung Untung, tidak sedikit para pelaku yang telah menjadi korban ledakan bom itu sendiri. Untung mengatakan, beberapa nelayan yang beroperasi di wilayah tersebut telah mengalami kecacatan permanen yang merupakan akibat pengeboman liar itu.

“Jadi kalau kita mau lihat-lihat tubuh nelayan sekitar sini, cukup banyak mereka yang anggota tubuhnya tidak lengkap. Seperti ada yang jarinya putus, maupun organ-organ tubuh lainnya yang putus karena terkena ledakan bom ikan. Itu baru akibat bagi para pelaku,” sambung Untung.

Para pelaku, jelas Untung, dijerat dengan undang-undang darurat dan perlindungan alam khususnya kelautan. “Sanksinya bisa diatas 20 tahun, mereka kita kenakan pasal berlapis dari undang-undang darurat karena kepemilikan bahan peledakanya serta perlindungan wilayah laut,” jelas Untung.   {007}.

Comments

comments