Ketua DPR RI: Eksekusi Kasus Karhutla Yang Inkracht

Bambang Soesatyo (kedua kiri).

KETUA DPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet) mendesak seluruh instansi terkait untuk segera melakukan eksekusi terhadap perusahaan maupun perorangan yang telah berkekuatan hukum tetap atau inkracht dalam kasus pembakaran hutan/lahan.

“Mendorong Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bersama Pengadilan Negeri, Pengadilan Tinggi, dan Mahkamah Agung (MA) untuk menindak tegas pihak-pihak yang terlibat dalam kasus kebakaran hutan dengan menegakkan hukum serta mengeksekusi kasus hukum yang sudah divonis dan berkekuatan hukum tetap kepada perusahan ataupun pelaku kebakaran hutan dan lahan, agar dapat menjadi pelajaran kepada pihak yang akan melakukan pembakaran hutan dan lahan,” kata Bamsoet dalam pesan elektronik yang diterima, Jumat, (30/11).

Agar pembakaran tidak terjadi lagi kedepannya, Bamsoet mendesak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) meningkatkan pengawasan terhadap kawasan hutan. Pengawasan tersebut dapat dilakukan melalui darat, laut maupun udara agar mendapatkan hasil yang lebih maksimal.

“Mendorong KLHK melalui Satgas Karhutla untuk meningkatkan pengawasan terhadap kawasan perhutanan, baik melalui darat, laut, dan udara, agar tahun 2019 tidak ada lagi kasus kebakaran hutan dan lahan, terutama yang dilakukan dengan ilegal dan sengaja, serta mempersiapkan dan melakukan pemeliharaan alat pencegahan kebakaran hutan secara berkala sebagai upaya pencegahan dan pemadaman kebakaran hutan,” lanjut Bamsoet.

Bamsoet juga menilai perlu adanya cara-cara lebih baik dalam memanfaatkan hutan maupun lahan yang ada di republik ini. Untuk itu, peran dari instansi terkait sangatlah diharapkan.

“Mendorong KLHK, Kementerian Pertanian (Kementan), dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) untuk memberikan solusi yang riil dan modifikasi pembukaan lahan kepada masyarakat untuk mencegah terjadinya pembukaan lahan dengan cara membakar lahan, serta aturan maupun kebijakan yang dapat mendukung hal tersebut,” ujar Bamsoet.

“Mendorong semua masyarakat untuk bersama-sama menjaga hutan dan mencegah terjadinya kebakaran dengan tidak membuang puntung rokok sembarangan maupun membuang atau membawa barang-barang yang mudah terbakar ke wilayah yang berpotensi terjadinya kebakaran,” pungkas Bamsoet.   {007}.

Comments

comments