Legislator Ini Nilai Perlindungan TKI di LN Lemah

Rahayu Saraswati Djojohadikusumo.

LEGISLATOR atau Anggota DPR RI dari fraksi Gerindera, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo menilai perlindungan bangsa ini terhadap warga negaranya yang mencari nafkah alias TKI di luar negeri (LN) lemah.

“Ini menunjukan kelemahan posisi Indonesia memberikan perlindungan kepada TKI  yang bekerja di luar negeri terutama di negara-negara  yang hukum perlindungan kepada tenaga kerjanya (lokal maupun migran) lemah,” kata Rahayu dalam pesan elektronik yang diterima, Sabtu, (3/11).

Hal tersebut dikatakan Rahayu terkait telah dieksekusinya seorang TKI wanita kita yang bernama Tuti Tursilawati (33) oleh Arab Saud beberapa waktu lalu. Tuti dituduh telah melakukan tindak pidana. Eksekusi itu sendiri dilakukan tanpa adanya pemberitahuan terlebih dahulu kepada Pemerintah Indonesia.

Politisi yang akrab dipanggil Sara juga menilai kegagalan mengetahui jadwal eksekusi mati menunjukan lalainya pengawasan TKI yang bermasalah di luar negeri. Pasalnya, Tuti sudah mengalami persoalan hukum di Arab Saudi bertahun-tahun.

Dalam kesempatan itu Sara menilai tingginya pengiriman tenaga kerja informal tanpa dibekali pengetahuan hukum dan kondisi sosial negara penerima, menjadi penyebab terjadinya kasus-kasus TKI bermasalah.

Para pekerja menjadi rentan dieksploitasi ditempat mereka bekerja. Sara mendesak pemerintah mengevaluasi dan memastikan kembali negara tujuan TKI yang dapat memberikan jaminan perlindungan hukum bagi para pekerja

“Solusi lain, di tengah derasnya tenaga kerja asing di negeri sendiri, kita juga sangat perlu mengembangkan lapangan pekerjaan untuk warga kita sehingga tidak perlu mencari pekerjaan ke negara lain,” ujarnya.

Seperti diketahui, Tuti Tursilawati dieksekusi mati 29 Oktober 2018 di Arab Saudi, tanpa pemberitahuan kepada pemerintah Indonesia.Wanita asal Majalengka, Jawa Barat itu dihukum atas tuduhan pembunuhan terhadap ayah majikannya WN Saudi, atas nama Suud Mulhaq AI-Utaibi, 11 Mei 2010.   {007}.

Comments

comments