Nizar: Impor Pangan Sengsarakan Rakyat Kecil !!!

M Nizar Zahro.

KETUA Umum Satuan Relawan Indonesia Raya (Satria), M Nizar Zahro menegaskan bahwa aksi impor bahan pangan yang dilakukan oleh pemerintahan saat ini telah berakibat pada belum tercapainya kesejahteraan bagi rakyat kecil. Apalagi impor tersebut merupakan komoditas orang banyak dan menyangkut hajat hidup yang mendasar.

“Impor pangan yang dilakukan oleh Jokowi adalah barang publik. Impor tersebut telah menyengsarakan rakyat kecil,” kata Nizar dalam pesan elektronik yang diterima, Selasa, (6/11).

Hal tersebut dikatakan Nizar menanggapi pernyataan sejumlah pihak yang mengaitkan impor bahan pangan oleh pemerintah saat ini dengan aksi pemebelian kuda peliharaan milik pribadi Ketua Umum Partai Gerindera, Prabowo Subianto.

“Sementara kuda Pak Prabowo barang privat, jika benar kuda impor, tidak akan berimbas pada rakyat kecil. Maka para pendukung Jokowi harus cerdas sedikit dalam membuat perbandingan. Jangan sampai sesat pikir menggiring pada kebodohan,” lanjut  Nizar.

Menurut Nizar yang merupakan Anggota DPR RI dari Fraksi Gerindera itu, Prabowo Subianto telah menegaskan bahwa republik ini sangat mampu untuk tidak melakukan impor bahan pangan. Hal tersebut diyakininya menjadi salah satu dasar harapan terwujudnya peningkatan kesejahteraan bagi rakyat kecil di negara ini.

“Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto berjanji tidak melakukan impor jika terpilih di tahun 2019. Indonesia akan berdiri di atas kaki sendiri. *Lebih tegas, Prabowo mengatakan kita harus dan kita mampu berswasembada pangan! Mampu!” sambung Nizar.

“Pidato tersebut dalam menjawab kebijakan pemerintah yang mengimpor pangan secara ugal-ugalan. Impor beras 2 juta ton. Impor garam 3,7 juta ton. Impor gula 1,1 juta ton. Impor daging kerbau 100 ribu ton. Dan impor daging sapi 220 ribu ton. Kebijakan impor secara ugal-ugalan sangat menyengsarakan rakyat kecil. Petani, petambak garam dan peternak menjerit karena produknya dihargai lebih murah akibat serbuan produk impor,” kata Nizar lagi.

Dijelaskan Nizar bahwa aksi impor bahan pangan bagi rakyat merupakan indikasi kegagalan suatu pemerintahan. Apalagi hal tersebut terjadi pada sebuah negara yang memiliki berbagai bentuk sumber daya.

“Adanya impor juga membuktikan pemerintah gagal dalam memberdayakan petani, petambak garam dan peternak. Pembinaan yang setengah hati menyebabkan gagalnya menggenjot produk rakyat kecil. Maka Capres Prabowo Subianto berjanji bila terpilih menjadi presiden akan menghentikan impor tersebut. Stop impor pangan. Saatnya rakyat diberdayakan. Berdiri di atas kaki sendiri. Kita harus dan kita mampu berswasembada pangan! Mampu!” ujar Nizar.   {007}.

Comments

comments