Bamsoet: Pencabutan Jaminan Obat Kanker Usus Besar Bertentangan Dengan UU 40/2004

 

KETUA DPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengatakan bahwa langkah Kementerian Kesehatan yang akan mengeluarkan dua jenis obat kanker usus besar mulai 1 Maret 2019 berupa Bevacizumab dan Cetucimab dari Formalium Nasional Obat bertentangan dengan Undang-Undang. Untuk itu kementerian tersebut didesak untuk mengkaji ulang rencana tersebut.

“Mendorong Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk mengkaji kembali keputusan untuk mengeluarkan dua jenis obat tersebut dari Formalium Nasional obat, mengingat putusan tersebut bertentangan dengan Pasal 22 UU No. 40 tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional juncto Pasal 46 Peraturan Presiden No. 82 tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan,” tulis Bamsoet dalam pesan elektronik yang diterima, Kamis, (21/2).

Dalam pesannya itu Bamsoet mendesak agar pemerintah mencari jalan keluar yang lebih baik. Apalagi hingga saat ini, menurut Bamsoet, belum ada obat yang tepat bagi kedua jenis penyakit itu.

“Mendorong Pemerintah untuk mencarikan solusi terbaik dengan tidak menurunkan standar mutu pelayanan kesehatan, mengingat terhadap kanker jenis tersebut tidak ada obat yang lain kecuali dua obat yang sudah tidak dijamin lagi,” tulis Bamsoet lagi.

Tidak lupa Bamsoet juga mengajak pemerintah perhatian terhadap harapan penderita penyakit jenis tersebut untuk tetap bertahan hidup, meskipun harus mengkonsumsi obat itu. Kalaupun obat-obatan tersebut dinilai terlalu mahal, tidak salah jika ada subsidi terhadap obat tersebut.

“Mengimbau Pemerintah untuk memperhatikan harapan hidup bagi pasien kanker dengan mengonsumsi dua jenis obat tersebut, dan pasien tetap diberikan bantuan obat-obatan melalui subsidi pemerintah jika obat tersebut dianggap mahal,” ujar Bamsoet.   {007}.

Comments

comments