Ketua DPR RI: Banyak Yang Sok Tahu Tentang Tol Roda Dua

Bambang Soesatyo (tengah).

KETUA DPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengatakan bahwa terdapat sekelompok warga masyarakat yang bersikap tidak elok terkait wacana masuknya kendaraan bermotor roda dua ke dalam ruas tol. “Terkait wacana jalur khusus tol kendaraan roda dua atau motor, ternyata banyak yang belum paham namun sudah ‘sotoy’ atau sok tahu,” tulis Bamsoet dalam pesan elektronik yang diterima, Senin, (4/2).

Dijelaskan Bamsoet bahwa wacana masuknya sepeda motor dalam ruas tertentu jalan tol merupakan harapan dan keinginan pengguna kendaraan roda dua yang ditampungnya selama ini. “Pertama, gagasan itu bukan ide saya tapi merupakan aspirasi para pemotor yang jumlahnya jutaan itu dan saya hanya meneruskan aspirasi tersebut kepada pemerintah dan memperjuangkannya,” tulis Bamsoet lagi.

Apalagi, lanjut Bamsoet, wacana itu sudah ada payung hukumnya, yakni Peraturan Pemerintah (PP) nomor 44 tahun 2009. “Mengingat di dalam Peraturan Pemerintah (PP) No.44 tahun 2009 tentang Jalan Tol jelas tertulis bahwa: a. Pembangunan insfrastruktur yang dibangun pemerintah harus memberikan manfaat sebesar-besarnya dan seadil-adilnya bagi masyarakat.b. Bahwa pada beberapa daerah di Indonesia sepeda motor merupakan moda transportasi dengan populasi yang cukup besar sehingga perlu diberi kemudahan dalam penggunaan insfrakstruktur jalan tol dengan memperhitungkan faktor keselamatan dan keamanan,” sambung Bamsoet.

Apalagi, dalam PP tersebut telah diatur posisi kendaraan roda dua tidak sama dengan yang lebih besar fisik kendaraannya. “Kedua, penggunaaan jalan tol sebagaimana yang dimaksud adalah, bukan langsung bergabung bersama-sama pengguna mobil jalan tol yang selama ini sudah berjalan sebagaimana disampaikan banyak pihak dan menimbulkan pro-kontra (disinilah saya melihat banyak yang gagal paham dan sotoy). Namun terpisah atau disediakan jalur khusus satu arah dengan gate atau gerbang khusus motor bagi ruas-ruas tol yang masih memungkinkan selebar 2,5 meter di sisi bahu jalan yang di batasasi separator beton dengan tingkat keamanan yang tinggi seperti yang sudah ada di tol Bali Mandara,” jelas Bamsoet.   {007}.

Comments

comments