Ketua DPR RI Desak Polri Fokus Pulihkan Keamanan Wilayah Rawan Konflik

Peta Papua.

 

KETUA DPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet) mendesak Polri agar konsentrasi memulihkan kondisi keamanan di wilayah-wilayah yang rawan konflik. Hal tersebut dikatakannya menyikapi kejadian beberapa waktu lalu di Nduga, Papua.

“Mendorong Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) melalui Detasemen Khusus 88 (Densus 88) untuk fokus melakukan pemulihan stabilitas keamanan pada wilayah yang dinilai rawan terhadap konflik, guna menciptakan rasa aman di masyarakat,” tulis Bamsoet dalam pesan elektroniknya yang diterima, Senin, (18/2).

Tidak hanya itu, Bamsoet juga mendesak TNI-Polri berkoordinasi sehingga dapat terwujud pelaksanaan tugas bersama dalam menjaga keamanan serta menghilangkan para pengacau di Papua. Apalagi beberapa waktu mendatang republik ini akan melangsungkan perhelatan politik yang sangat besar skalanya.

“Mendorong Pemerintah meminta Panglima TNI dan Kapolri untuk berkoordinasi dalam hal pelaksanaan tugas bersama untuk melakukan pengamanan dan pembersihan KKB, mengingat hal tersebut dapat dilakukan atas persetujuan bersama antara Panglima TNI dan Kapolri, terlebih Indonesia akan menghadapi Pemilu dan Pilpres pada 17 April 2019,” lanjut Bamsoet.

Bamsoet juga mendesak Pemerintah Daerah memberikan dukungan terhadap kinerja TNI-Polri di Papua dalam mengamankan wilayah tersebut dari berbagai bentuk gangguan khususnya keamanannya.

“Mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) untuk mendukung upaya dari Pemerintah Pusat maupun TNI dan Polri dalam hal Pengamanan dan Pembersihan terhadap KKB, serta memberikan bantuan terhadap pengungsi terdampak konflik, antara lain berupa layanan pendidikan dan kesehatan,” ujar Bamsoet.

“Mendorong Pemerintah Daerah (Pemda) mengimbau masyarakat untuk kembali ke tempat tinggalnya masing-masing, dan mendorong Dinas Pendidikan Daerah untuk mengaktifkan kembali pendidikan, serta melengkapi fasilitas sekolah darurat yang memadai di 12 distrik di Kabupaten Nduga, agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali dilakukan,” pungkas Bamsoet.   {007}.

Comments

comments