Harta Melimpah Bukan Untuk Ditumpuk

Pondok Pesantren Tahfidz Qur’an Ar-Ruum.

HARTA melimpah yang diberikan Allah kepada setiap hamba bukanlah untuk dikumpul-kumpulkan tanpa ada kegunaan sedikitpun. Harta tersebut seharusnya dapat membawa yang penerima titipan semakin dekat dengan Syurganya Allah.

“Jadi kalau Allah kasih ke kita harta yang melebihi kebutuhan kita, alias kita bisa punya deposito, saham, investasi, bukan Allah kepengen kita numpuk-numpuk harta, (lihat Surat At Takatsur). Tapi karena Allah kepengen harta itu jadi jalan kita ke Syurga,” tulis Pengasuh Pondok Pesantren Tahfidz Qur’an Ar Ruum, Ahmad Khomsani dalam akun media sosialnya, Selasa, (12/3).

Harta berlimpah tersebut, lanjut Ahmad, bisa jadi sebagai cara yang Allah berikan kepada hambanya lantaran dia tidak mampu melakukan Amal Ibadah lainnya seperti Puasa, Shalat Tahajjud dan yang lainnya.

“Mungkin ente tidak kuat Puasa Senin Kamis karena jam terbang bisnis padat. Mungkin ente Tahajjud sulit karena baru pulang kerja sangat malam. Makanya Allah jadikan ente punya banyak harta biar banyak Shodaqoh, biar banyak Wakaf,” lanjut Ahmad.

“Lihat Mesjid disebelah ente, Wakafin harta disitu. Lihat Pesantren yang nempel sama tempat tinggal kita, bantuin biar manfaat,” sambung Ahmad.

Dijelaskan Ahmad bahwa, pada setiap harta yang Allah titipkan kepada hamba, dapat dipastikan ada hak pihak-pihak lain sehingga harus disalurkan. Dengan demikian harta yang kita miliki itu memberikan manfaat baik bagi pemiliknya maupun orang lain.

“Karena senang enggak senang, suka enggak suka. Diharta kita masih ada hak Mesjid, hak Orang,Fakir Miskin, kalau kita enggak bagiin. Cepat atau lambat Allah akan ambil sendiri. Dan saat ini kita akan menyesal,” tegas Ahmad.   {007}.

Comments

comments