SATRIA Yakin Prabowo Akan Menghuni Istana

M Nizar Zahro.

KETUA Umum Satuan Relawan Indonesia Raya (SATRIA), M Nizar Zahro mengaku sangat yakin Calon Presiden nomor urut 02 akan menghuni Istana pasca pemilihan suara 17 April 2019 mendatang. Hal tersebut didasarkan pada hasil Debat yang dilaksanakan pada Sabtu, (30/3) kemarin.

“Debat keempat makin meyakinkan bahwa selangkah lagi Prabowo sepenuhnya akan menjadi penghuni Istana. Di panggung debat, Prabowo secara meyakinkan mengutarakan gagasan, visi-misi dan program-programnya. Penuh keyakinan dan menguasai persoalan. Ya, menguasai cara membenahi problem-problem kebangsaan yang selama 4,5 tahun ini diciptakan oleh Jokowi,” tulis Nizar dalam pesan elektronik yang diterima, Minggu, (31/3).

Sebagai contoh, dalam Debat tersebut Prabowo berulang kali menyampaikan pemikirannya tentang cara agar republik tercinta ini dapat dihormati maupun disegani di tingkat internasional. Hal tersebut adalah terkait pertahanan negara.

“Prabowo berulang-kali menyebut negara harus kuat agar dihormati dalam percaturan global. Sebaliknya, Jokowi berpikir berbeda, katanya dalam 20 tahun ke depan tidak ada serangan  musuh. Pemikiran yang fatal. Buat apa susah payah membangun infrastruktur jika pertahanan mudah dibobol,” lanjut Nizar.

Menurut Nizar, dirinya menjadi maklum dengan kondisi minimnya angaran pertanahan republik ini belakangan. Dimana publik dalam maupun luar negeri dapat dengan leluasa menilai apa yang ada dibalik kejadian kelompok kriminal bersenjata (KKB) seolah-olah semaunya menembak prajurit TNI maupun Polri.

“Pantas saja anggaran militer sedikit sekali, tidak sebanding dengan luas teritorial dan jumlah penduduk. Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua bebas membantai para prajrurit dan polisi. Tidak mungkin bicara perdamaian dunia, tidak mungkin bisa berdiri tegak dlm percaturan global, jika menghadapi KKB saja sudah pontang-panting,” papar Nizar.

Nizar juga mengkritik langkah Calon Presiden 01, Joko Widodo (Jokowi) yang dinilainya terlalu mengabaikan kondisi mental pejabat maupun elit di republik ini. “Jokowi terlalu memuja teknologi informasi. Ingin selalu cepat. Faktanya, mental elit dan pejabat masih bobrok. Menurut Ketua KASN,  praktik jual beli jabatan berkisar 90 persen. Sehebat apapun teknologi yang dipakai, bila mentalnya bobrok, bila praktik jual beli jabatan masih marak, maka jangan harap ada pelayanan publik yang prima,” tegas Nizar.   {007}.

Comments

comments