Sawit Salah Satu Cara Entaskan Kemiskinan

Bambang Soesatyo.

KETUA DPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet) menegaskan bahwa pengelolaan kelapa sawit di Indonesia merupakan salah satu cara mengentaskan kemiskinan. Apalagi, perkebunan kelapa sawit telah terbukti menyumbang penciptaan lapangan kerja yang sangat besar bagi rakyat republik ini.

“Kelapa sawit merupakan komoditas unggulan Indonesia karena berkontribusi pada penyerapan lebih dari 19,5 juta tenaga kerja, termasuk di dalamnya 2,6 juta smallholders yang mempekerjakan 4,3 juta individual, penghasil devisa negara mencapai USD 21,4 miliar pada tahun 2018, sumber energi terbarukan (biodiesel) serta bagian dari upaya pengentasan kemiskinan yang menjadi prioritas utama dari Sustainable Development Goals (SDGs),” tulis Bamsoet dalam keterangan elektroniknya, Selasa, (26/3).

Sayangnya, belakangan ini produksi minyak sawit Indonesia dipersoalkan oleh sejumlah pihak, termasuk Parlemen Uni Eropa. Seharusnya lembaga tersebut lebih bijak dalam menyikapi berbagai persoalan, termasuk poin-poin yang disampaikan oleh Indonesia.

“Uni Eropa merupakan salah satu mitra strategis Indonesia. Namun sayangnya proses adopsi legislasi RED II dan aturan turunannya didasarkan pada analisis ilmiah yang cacat, mengabaikan kritik yang datang dari internal Uni Eropa dan lembaga independen. Serta mengabaikan concern dan data-data yang disampaikan oleh negara-negara produsen kelapa sawit,” tegas Bamsoet lagi.

Menghadapi sikap Parlemen Uni Eropa itu, Bamsoet mendukung jika Pemerintah Indonesia menempuh langkah-langkah tegas. “DPR RI juga mendukung pemerintah Indonesia untuk mengambil langkah-langkah tegas, termasuk mengajukan RED II dan Delegated Regulation ke World Trade Organization (WTO) dan langkah lain yang diperlukan,” ujar Bamsoet.

“DPR RI juga mendesak Parlemen Eropa bisa secara komprehensif melihat dimensi keberlanjutan sebagaimana tertuang dalam Sustainable Development Goals 2030 dan tetap bijak serta adil dalam mengambil kebijakan yang akan berdampak pada hubungan baik kedua negara,” sambung Bamsoet.   {007}.

Comments

comments