Rakyat Tidak Fokus Pilih Wakilnya di Parlemen

E Herman Khaeron (kanan).

POLITISI Partai Demokrat, E Herman Khaeron menegaskan bahwa pada Pemilu 2019 rakyat tidak fokus dalam menentukan wakilnya di Parlemen. Hal tersebut disebabkan pemilihan para wakil rakyat dilakukan serentak dengan presiden.

“Masyarakat menjadi tidak fokus dalam memilih para wakilnya di parlemen. Penyebabnya adalah penggabungan pemilihan anggota legislatif dengan pemilihan presiden dalam waktu yang bersamaan,” kata Herman saat dihubungi, Selasa, (23/4).

Padahal, lanjut Herman, rakyat harus serius dalam memilih anggota parlemen. Karena melalui para wakilnya di parlemen itulah berbagai bentuk kebijakan publik dihasilkan dengan tujuan mensejahterakan rakyat.

“Kalau rakyat tidak fokus dalam menentukan pilihan anggota legislatifnya, bagaimana rakyat bisa yakin anggota parlemen bisa beripihak pada kepentingan rakyat yang diwakilinya,” lanjut Herman.

Tidak hanya itu, penggabungan Pileg dan Pilpres pada tahun 2019 telah menimbulkan persoalan tambahan bagi rakyat sebagai subjek pemilih. Hal tersebut disebabkan semakin banyak surat suara yang harus dicoblos.

“Tingkat kesulitan untuk memilih pada pemilu kali ini lebih tinggi. Kan mereka harus membuka, membaca, meneliti dan mencoblos lima surat suara. Belum lagi surat suara itu ukurannya kan besar-besar. Jadi ini menyulitkan pemilih,” ujar Herman.

Demikian pula dengan beban kerja yang diterima para petugas pemilu itu sendiri. Menurut Herman, pada petugas sangat banyak yang kelelahan pasca pemilu diselenggarakan. “Kan dari berita-berita yang kita baca sekitar 90 orang petugas yang wafat. Jadi ini pada KPPS kelelahan. Ini harus menjadi evaluasi bersama untuk kedepannya.

“Boleh juga kedepannya e-vooting bisa diterapkan dalam pilkada serentak menuju Pileg dan Pilpres,” pungkas Herman.   {007}.

Comments

comments