SATRIA: Wajar Kampanye 7 April 2019 Disebut Terbesar Pasca Revormasi

M Nizar Zahro (pegang mic).

KETUA Umum Satria Gerindera, M Nizar Zahro mengatakan bahwa sangat wajar atau tidak berlebihan jika ada pihak yang menyebutkan Kampanye Akbar pasagan Capres/Cawapres 02 pada beberapa hari lalu terbesar setelah reformasi di republik ini. hal tersebut dapat dilihat dari jumlah peserta yang memadati ruang-ruang di seputaran Gelora Bung Karno.

“Kampanye 02 yang dilaksanakan pada hari minggu 07 April 2019 bertempat di Gelora Bung Karno sungguh membuat semua orang tercengang karena jumlah massa yang super padat. Dan tidak berlebihan sekiranya ada yang bilang bahwa kampanye tersebut adalah kampanye paling besar sepanjang pagelaran pemilu sejak pasca reformasi. Hal ini ditandai dengan jumlah peserta atau massa yang memadati GBK dan animo peserta yang datang dengan sendirinya untuk bersama-sama mendengarkan pidato Bapak Prabowo Subiato,” tulis Nizar dalam pesan elektronik yang diterima, Senin, (8/4) malam.

Menurut Nizar, kehadiran warga masyarakat yang menyesaki GBK tersebut tidak lepas dari kegundahan rakyat terhadap kebijakan pemimpinnya saat ini. “Animo ini tentu tidak bisa hanya dilihat sebagai bentuk munculnya hasrat rakyat untuk memenangkan Prabowo-Sandi sebagai Capres dan Cawapres sebagai penyelenggara kampanye, tetapi kondisi ini juga berkaitan dengan keberadaan penguasa yang dianggapnya sudah tidak memihak kepada rakyat,” lanjut Nizar.

“Kebijakannya juga telah dinilai jauh dari harapan rakyat yang menginginkan perubahan, baik perubahan di sektor ekonomi, penegakan hukum dan lain sebagainya,” sambung Nizar.

Kata Nizar lagi, padatnya rakyat di GBK tersebut dapat diartikan sebagai bentuk harapan dilakukannya pergantian pemimpin bangsa dengan cara konstitusional. Dengan cara-cara yang sesuai dengan undang-undang maupun peraturan.

“Dahsyat massa kampanye 02 ini juga menunjukkan betapa perubahan tentang seorang pemimpin dalam hal ini Presiden adalah hal yang sangat dinanti, hanya saja mereka lebih memih dengan cara konstitusional yaitu melalui proses Pemilihan Umum (Pemilu) dari pada dengan cara makna  dari people power,” tegas Nizar.   {007}.

Comments

comments