Ketua MPR RI: HNSI Harus Terdepan Perjuangkan Nelayan

Bambang Soesatyo.

KETUA MPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet) menegaskan bahwa Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) harus memimpin upaya perbaikan nasib seluruh anggotanya yang tersebar di seantero republik ini. Sebab, hingga kini profesi nelayan belum menjadi impian mayoritas warga pesisir bangsa ini.

“Dengan kekayaan sumber daya alam bahari yang begitu berlimpah, kenyataan bahwa mayoritas nelayan Indonesia masih hidup dalam belenggu kemiskinan, adalah sebuah paradoks. HNSI harus tetap berdiri di garis terdepan memperjuangkan nasib nelayan,” tegas Bamsoet dalam pesan elektronik saat memberikan arahan pada Rapat Pimpinan Nasional virtual Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI), dari Ruang Kerja Ketua MPR RI, Jakarta, Rabu (1/7/20).

Apalagi, lanjut Bamsoet, hingga kini masih ada beberapa faktor yang menjadi penghalang peningkatan secara siginifikan taraf hidup nelayan tanah air. “Adanya penangkapan ikan ilegal oleh kapal-kapal asing dan keterbatasan kemampuan sumber daya nelayan dalam menghadapi persaingan, adalah dua di antara beberapa faktor yang menyebabkan rendahnya produktivitas nelayan. Kondisi ini juga mendorong penurunan jumlah nelayan, karena profesi nelayan dipandang tidak menjanjikan,” lanjut Bamsoet.

Padahal, sambung Bamsoet, potensi sumber daya laut Indonesia sangatlah besar yang belum digali secara maksimal.

“Badan Pangan dunia (Food and Agricultural Organization/FAO), mencatat potensi lestari sumber daya perikanan tangkap laut Indonesia mencapai sekitar 6,5 juta ton per tahun dengan tingkat pemanfaatan mencapai 5,71 ton per tahun. Sementara potensi lestari sumber daya ikan laut diperkirakan sebesar 12,54 juta ton per tahun yang tersebar di perairan wilayah Indonesia dan perairan ZEE,” sambung Bamsoet.

“Banyak sektor usaha yang mengandalkan produk hasil laut seperti restoran seafood juga mengurangi atau bahkan menutup aktivitas usahanya. Pembatasan mobilitas pengangkutan hasil ikan dan penurunan volume ekspor, serta pembatasan akses keluar dan masuk antar wilayah juga turut berkontribusi pada penurunan penghasilan nelayan,” pungkas Bamsoet.   {007}.

Comments

comments